Squad!: Spring

 

Gambar terkait

Jimin rasa ia telah membuat kesalahan ketika ia memutuskan meminta solusi untuk sebuah masalah pada saudara-saudaranya

Squad!: Summer (1)

Namanya Sol.

Jimin mengenalnya dua tahun lalu saat ia hanyalah remaja ingusan yang baru saja masuk sekolah menengah pertama (sekarang juga sama saja sebenarnya, cuma Jimin menolak untuk mengakui hal itu). Mungkin bagi kebanyakan pria, dia gadis yang super biasa dengan dandanan ala kadarnya dan rambut kelam yang diikat ekor kuda asal. Lebih mudah menemukannya diantara tumpukan buku ketimbang di salah satu boot baju-baju super mahal―tipikal yang tak banyak diminati lelaki. Sol pengidap alergi benda-benda manis seperti jepitan rambut, sepatu blink-blink atau sejenisnya yang dimana sebagian besar populasi gadis seusianya pasti akan tergila-gila.

Namun bagi Jimin, gadis ini adalah masalah besar. Pusat distraksi dari sebagian hari-harinya dan penyebab dari insomnia yang beberapa hari ini diidapnya. Ew, terdengar kelewat dramatis, tapi itu yang benar-benar Jimin alami dan ia rasa hidupnya menjadi sungguh tidak efektif dan efisien hanya karena seorang gadis. Bagaimana tidak ketika melihatnya dari kejauhan saja ia sudah ingin pingsan?

Sungguh, Jimin mencoba tidak bersikap berlebihan saat menceritakan perihal ini kepada kakaknya, Hoseok. Oh, ayolah, ia sudah tak punya pilihan lain walau ia tahu ia telah menceritakan rahasia besarnya pada orang yang salah. Hoseok payah, hanya gelak tawa yang Jimin dapat saat ia menceritakan semua hal tentang gadis berambut kelam tersebut. Jimin mengharapkan solusi yang cukup diplomatis atas masalah jatuh cintanya―yah, Jimin sadar kok, ia sedang jatuh cinta. Ia tak sebodoh itu―tapi setengah jam penuh ia habiskan di kamar kakaknya, yang ingin ia lakukan sekarang hanyalah menendang pantat Hoseok.

“Sudah katakan saja, problem solved.”

Malam musim semi yang hangat ketika Taehyung masih asyik membaca salah satu seri komik milik Hoseok. Kakinya ia biarkan menggantung bebas di tepian tempat tidur sambil mulutnya terus saja bercericip, membuat sebagian kepala Jimin mendidih. Sebenarnya rencana awalnya, Jimin hanya ingin membagi masalah jatuh cintanya pada Hoseok saja, tapi entah kenapa bocah ini tiba-tiba masuk dan merengek minta diberitahu.

“Kau kira mengatakannya semudah mencampur susu dengan sereal?” Protes Jimin dengan tampang frustasi yang berlebih. Kakaknya, yang harusnya bisa mengakhiri masalahnya, malah sibuk bergaul dengan komputer, menilik beberapa coat dari toko online. Benar-benar, saudaranya tidak ada yang bisa diandalkan.

Sampai pada titik ini, ia merasa hanya buang-buang waktu saja mencoba bernegosiasi dengan dua makhluk jadi-jadian ini.

“Jadi sejauh ini, apa yang sudah kau lakukan dalam usaha mendekatinya?”

“Hanya hal-hal simpel seperti meletakkan sekotak pocky di lokernya atau―oh yaampun, Kak, kau harus tahu ini. Aku meminjaminya pensil ketika ia lupa membawa kotak pensilnya dan percayalah saat itu aku tahu bagaimana rasanya hampir mati.” Mulut Jimin tak ubahnya tikus yang kelaparan, dia bercicit tanpa ampun hal itu benar-benar kelihatan lucu di mata Hoseok hingga ia berpikir harus merekam kegiatan ini. Siapa tahu suatu hari nanti hal ini bisa digunakan ancaman ketika Jimin bersikap kurang ajar padanya.

“Yaampun, Kak, ternyata level bahagiamu serendah ini ya.”

Kim Tehyung memang tidak tau diuntung.

Mereka tengah ada pada sesi acara gulat dimana Jimin yang kelewat frustasi menjejalkan bantal pada sebagian wajah Taehyung sambil mendengus kesal ketika pintu kamar Hoseok dibuka. Jungkook dengan piyama merah muda ada disana, bergelayut pada pegangan pintu dengan tampang kebingungan setengah mati. Ia sempat merengek sebentar ketika bibir mungilnya bergerak-gerak lagi.

“Kak Jimin ini ponsel kakak kenapa, ya? Aku kan mau main flappy birds, terus kayaknya aku salah pencet deh telepon ke Sol. Terus ini ada pesan dari Sol. Sol siapa, sih?

 

Ketiga kakaknya sontak menoleh, memandang adik bungsunya dengan tatapan paling horor seantero dunia, terlebih Jimin. Rasanya kata-kata ‘aku ingin tenggelam saja’ bukan hanya candaan murah yang sering keluar dari mulut Jimin. Rasanya ia benar-benar ingin menenggelamkan dirinya dalam laut ketika Jungkook berjalan kearahnya dan begitu saja memberikan ponsel dengan satu riwayat panggilan telepon serta semua pesan dengan nama Sol.

Apa?

Siapa?

Sol?

Oh, crap!

Siapa tahu ternyata solusi atas masalah jatuh cinta Jimin malah datang dari adik bungsunya.

End

1. Eak Eak Eak udah lama ga nulis yawlaaa terus jimin kambek pake rambut pink gitu masa kan kurang ajar 😦

Advertisements

6 thoughts on “Squad!: Spring

  1. haloooo, kak asa! long time no see! kak asa masih inget aku, gak? hehehe :”))

    kyaaaaw ini lucu sekali nggak jimin ga hoseok ga taehyung dan jungkooook! kenapa aku bayangin jungkook masih toddler gitu ya, kak. kayak anak sd gitu terus si jimin anak smp jatuh cinta :”) ceritanya ringan dan enak buat dinikmati pas waktu senggang gitu, kak. hehehehe. kak asa semangat terus yaaa! keep writing :”)

    1. Eviiin long time no see jugaa, maaf baru bales komen sekarang yatuhan 27 februari like what, macem apa :”[ ahahahaha gatau deh vin pengen protes aja sama emak emak mereka ko anaknya pada gitu semua, but buat seri Squad ini emang aku bikinnya jungkook masih toddler koook terus jimin sama taehyung juga masih sma [btw aku salah tulis itu harusnya sekolah menenengah atas yah aih] terus si hoseok kuliah ehehehehe aku harusnya jelasin yah diawal :[ makasih yaaaaaaaaaaaaah eviiiiiiiiiiin udah maeeeen, kamu keep writing jugaaa

  2. bingung mau ngawalinnya gimana hehehe tapi perkenalkan, kak, aku bella ^^
    gemeessss banget sama semuanya! dan bayangin malu-malu kucing jimin waktu minjemin pensil udah senangnya minta ampun dan taehyung dengan kaki gelantungan dan “Sudah katakan saja, problem solved.” yang bikin aku pingin nendang hoseok dan kookie yang aku bayanginnya masih dedek kecil main flappy bird why so fluffy aku mau masukin mereka semua ke kantong heuheu gemas :(( Sol juga kenapa dia sangat nae style aku suka karakternya diaaa banget.

    maaf ya, kak, baru terdampar udah nyerocos gini dan isinya cuma kegemasanku karena kumemang sangat gemas 😦 keep writing! ^^

    1. Halo bellaaaaaa astaga maaf banget ya aku barusan bales komennya kamu udah buang aja aku ke tong sampah nda papa :[ iyaaa gemes yah sama yang asli juga lebih gemes akutuh huhu emang beel jungkook nya disini jadi dedek kecil kook harusnya aku jelasin ya diawal biar semuanya ndak bingung huhuu :[ thanks banget bel udah terdampar, ih nyerocos aja kali ngga papa bentar lagi juga aku bakal nyerocos di cerita kamu soalnya :[ ehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s