Squad!: Summer

PhotoGrid_1461151693084.jpg

Hoseok pikir ia tak akan pernah mengunjungi pantai bersama ketiga adiknya lagi

 

Hoseok cukup radikal untuk menginterupsi obrolan santai di tengah acara makan malam keluarganya hari itu, membuat rentetan kalimat protes dan sedikit percikan saus pasta mengudara seantero ruang makan. Biasanya sih adegan seperti ini terjadi lantaran para orang tua yang pemikirannya kelewat primitif menjodohkan anak tertua mereka dengan anak teman bisnis. Boro-boro perjodohan―Hoseok tentu malah senang jika topik makan malam keluarga mereka membahas tentang masalah krusial seperti perjodohan―keributan malam ini malah didasari perkataan papanya tentang rencana liburan musim panas keluarga.

Sehari di pantai, membiarkan kulitmu memerah karena sengat matahari sehingga saat pulang kau sudah punya kulit tan eksotis bak model majalah. Ide yang cukup menyenangkan untuk mengisi liburan musim panas yang disambut dramatis oleh sisa anggota keluarga Hoseok malam itu.

Tapi sehari di pantai bagi Hoseok sama sekali bukan seperti apa yang papanya paparkan. Sehari di pantai berarti ia harus punya tambahan pekerjaan; menjaga ketiga adik yang kelakuannya lebih mirip hewan liar. Tidak, ‘hewan liar’ disini bukan berupa kata konotasi karena, yeah, ketiga adiknya memang seperti itu.

Kadang Hoseok pikir ia harus mencoba menyewakan ketiga adiknya untuk para turis dengan judul promosi menarik seperti ‘Paket Perjalanan Alam Liar Bagi Pemburu Pengalaman Ekstrem’. Untung-untung untuk menambah uang jajan.

Maka akibat kalah debat dengan papanya dan aksi penolakan mentah-mentah yang dilakukannya membuahkan kegagalan telak, Hoseok berakhir disini―terlentang kursi malas dengan kacamata hitam dan segelas limun. Terkena sengatan matahari barang seinci kulit pun ia tak sudi. Papa dan Mamanya sudah satu jam menghilang dengan dalih membeli beberapa kantung fish and chips yang berarti ketakutannya tentang menjaga ketiga adiknya terealisasi sudah. Hoseok harusnya sadar akan seperti ini akhirnya, ia harusnya kabur saja tadi pagi dan kalimat-kalimat berawalan ‘harusnya’ lainnya terus berputar di kepala.

“Kak Jimin, Kak Hoseok tidak mau main sama kita, nih.” Jungkook―si bungsu―merengek di pinggiran kursi Hoseok. Bibirnya mencebik kesal, sandalnya hilang sebelah entah kemana yang membuat Hoseok mendengus setengah mati karena ia tahu ia akan disalahkan perkara sandal yang hilang sebelah ini. “Jungkook kan mau main sama kak Hoseok.”

“Kak, sini, dong. Airnya tidak nakal, kok.” Jimin, adiknya yang tertua, memekik sambil kegirangan menciprati Hoseok dengan air asin yang setengah mati ia hindari. “Kak Hoseok payah, takut sama air.” Taehyung yang lebih muda setahun dari Jimin ikut menimpali, bergabung bersama Jimin dalam usaha ciprat-menciprat tubuh Hoseok.

“Jim, Tae, please. Orang dewasa sudah tidak main air.” Sebenarnya Hoseok tak begitu mengerti apakah mahasiswa tingkat dua sudah bisa dibilang pria dewasa atau bukan. Kadang sifatnya masih seperti remaja setengah labil dan sering merajuk jika ia tak diperbolehkan pulang dini hari oleh orang tuanya. Well, ia hanya ingin terlihat keren saja di depan adik-adiknya.

“Kakak tuh sok dewasa, ya, belum punya pacar saja sudah sombong.” Itu Jimin omong-omong yang memekik sambil menaikkan setengah bibir―meremehkan.

Dan bingo. Mengerti kan kenapa Hoseok bersikeras menyebut ketiga bocah ini sebagai hewan liar.

Dengusan dan helaan napas tak ayal keluar dari hidung Hoseok. Menghadapi ocehan tiga bocah ini sama seperti memainkan permainan flappy birds yang baru saja Hoseokinstall pada ponselnya. Tak akan ada selesainya, kecuali kau menuangkan bensin diatas ponselmu dan membakarnya sambil tertawa frustasi. Well, sayangnya ketiga adiknya itu manusia bukan ponsel. “Kalian main bertiga saja, kakak mau tidur. Kalau nanti ada yang tenggelam baru bangunkan kakak.” Erang Hoseok sembari merubah posisi, membelakangi Jungkook yang masih setia memajukan bibir.

“Kak Hoseok tidak seru!”

Terserahlah.

Sebenarnya Hoseok tak menyangka akan ada saat-saat tenang seperti ini selama empat jam ia menapak kaki di pantai. Mungkin sekitar limabelas menit Hoseok terlelap setelah kejadian debat-mendebat perkara main air. Ia tak sepenuhnya tidur, masih ada di batas antara kesadaran dan alam mimpinya ketika ia merasa kaki-kakinya ditarik paksa. Lewat satu sekon ketika tangannya sudah terkunci rapat―entah oleh siapa. Matanya mengerjap liar ketika menemukan Jimin sedang menarik kaki-kakinya dengan wajah yang, yaampun, boleh tidak Hoseok menjual anak ini ke tukang loak saja, dihargai berapapun ia terima.

Hoseok tak bodoh untuk menyadari jika tubuhnya tengah diseret-seret sepanjang pantai. Punggungnya bergesekan dengan pasir pantai―yang sialnya lagi sebagian tercampur pecahan-pecahan kerang tajam, membuat mulutnya mengerang. Taehyung diduga sebagai oknum yang kebagian memegang tangan Hoseok. Jungkook tidak ikut dalam aksi itu, tapi ada di sebelah mereka berteriak kegirangan seolah sedang melihat pertunjukan sirkus.

Gila ini semua gila.

Belum sempat Hoseok beringsut, tubuhnya sudah ada dalam air saja―dilempar paksa. Membuat seluruh saluran pernapasannya dipenuhi oleh air asin dan butiran-butiran pasir. Barangkali ini adalah akhir dari hidup Hoseok. Well, well, Tidak separah itu sih, ia hanya sedikit hiperbola ketika menyadari pantatnya menyentuh pasir.

“Yes! Kak Hoseok mau ikut main!” Teriak Jungkook dari bibir pantai yang langsung melesat bergabung bersama ketiga kakaknya.

Mungkin sehari dipantai bagi Hoseok tidak seperti apa yang papanya paparkan. Ia tak suka kulitnya berubah kecokelatan dan hipotesisnya tentang ‘sehari dipantai’ ini terbukti ketika bahkan belum setengah hari ia menjejak disini, ketiga adiknya sudah berhasil menjatuhkan harga diri Hoseok ke dalam jurang.

Mana ada sih kakak yang dengan pasrah dan tak mampu melawan ketika diperlakukan seperti ini oleh adik-adiknya?

“Jim, Tae, Kook!”

Alih-alih marah dan kesal, gelak tawa malah memenuhi pantai. Bercampur dengan suara ombak. Itu dari Hoseok, omong-omong. Ternyata rasanya berada dalam air tak seburuk itu,kok. Bermain bersama adik-adiknya juga rasanya tak seburuk itu. Yeah, ketika jadwal kuliahnya semakin hari semakin tak tau diuntung, otomatis waktu bermain dengan adik-adiknya juga terpangkas.

Momen-momen ini ternyata membuat ia rindu bukan main untuk menemani adik-adiknya bermain. Malah kini Hoseok yang mengambil alih, mencipratkan air dengan brutal pada tiga adiknya―Oke, anggap saja itu bensin.

Karena delapan belas tahun menjadi seorang kakak membuat perasaan dan instingnya terbiasa dengan peran itu. Karena seliar apapun adik-adiknya, rasa sayang Hoseok pada mereka tak akan pernah habis. Karena senakal apapun adik-adiknya,toh akhirnya Hoseok juga akan memaafkan mereka.



Karena ia seorang kakak

 

Ha, pria dewasa pantat panda.



End

Advertisements

3 thoughts on “Squad!: Summer

  1. ((PRIA DEWASA PANTAT PANDA)) WHY HARUS PANTAT PANDA SA WHYYY xD HAHAHAHA ATUHLAH KAMU IH ADA ADA AJAAAA (sek matiin kepslok gaena teriak-teriak wkwk).

    aku udah nahan-nahan nguquq coba yang pas hoseok peran batin ngunu. why harus disamain ama flappy bird whyyy. itu susah banget sih emang yha pas pertama muncul astaga sampe emosi maininnya, dapet skor 2 pun aku bahagia banget nget sampe aku aplod di path hahahahaha xD TERUS YANG JIMIN MAU DIJUAL KE TUKANG LOAK xD sini sini kasih aku aja entar aku ajak maiiiiin gahagaha. jahat tapi ngatain belom punya pacar xD

    (btw sa aku bayanginnya ini hoseok jaman no more dream masa, yang gaya rambutnya dikeatasin ngunu awawawa). PAS BAGIAN DICEBURIN HAHAHAHAHA xD ya allah kebayang banget semuanya kebayaaaang. itu ortu mereka bilangnya doang beli keripik padahal mah jalan-jalan berdua sambil selfie paling xD ih emang yaaaa genre family tuh warm banget huhu aku suka saaaa sampe sejuta kaliiii. banyak-banyakin bikin fanfic mereka yaaah asaaa x) anw ini bakal jadi series kaaah? (semoga iya)

    yosh! semangat yah saaa, keep writiinnngggg ♡♡♡♡

  2. YAAMPUN KAK ASAA. PRIA DEWASA PANTAT PANDA NENDANG BANGET. HAHAHAHA. aku juga pengen dong jadi adiknya hoseok (yha, cuma berharap kan ndak papa juga). genre family itu engga bakal ada matinya, dah. bahagia banget kalau bisa liburan kaya gini, kan. tentu aja aku bukan kak hoseok yang jaga image. aku lebih prefer untuk ceburin adikku satu per satu ke air duluan. haha /kakak macam apa aku ini/

    ada ketinggalan sedikit, kak. tau yang arusnya tahu. hehehe, aku juga sering kelewat hal kecil yang macam gini. terys kurang spasi di Hoseokinstall. udah, itu aja, kak.

    keep writing, qaqa! ❤ ❤ ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s