[EXO ficlet series] #6 Marmalade

tumblr_inline_my2ec7FuQd1rmavhy

People changes, that rule doesn’t easily work to Lu Han

Sekali dalam hidupnya, Lim pernah bertemu dengan pria bersurai oranye menyala. Berkilau dibawah terik matahari siang, begitu lembut ketika terkena guyuran hujan. Membuatnya tak pernah melupakan pria itu barang sedetik, bahkan setelah enam tahun berlalu. Rambut oranye milik pria itu masih setia menempel di ingatan Lim.

Jemarinya menyentuh bibir cangkir, matanya masih menatap mobil yang ia parkir sembarangan dari sudut coffe shop. Teronggok malang di pinggiran terotoar, menyerah atas kemacetan jalanan Beijing yang benar-benar tak pengemudinya duga sehingga berhenti dan menyatroni coffe shop terdekat sembari berharap tumpukan kendaraan akan perlahan mereda merupakan pilihan terbaik untuk saat ini bagi sang pengemudi.

Something wrong, Lim?”

Pandangannya teralih cepat pada pria yang baru duapuluh menit lalu bergabung dengannya, mendaratkan segelas bubble tea cokelat dan roti selai jeruk di meja yang sebelumnya ia milik sendiri, sekali lagi tanpa ia duga.

Surai pria itu berwarna oranye menyala.

Lim dengan cepat menggeleng. “Kau tak pernah berubah, Lu,” Senyuman terbentuk di sudut bibir gadis itu. “Cara berpakaian, warna rambut yang mencolok dan sikapmu yang selalu mengkhawatirkan orang lain secara berlebihan.” Lim memang tak pernah mengakuinya, tapi ia suka dengan kepribadian Lu Han yang terakhir ia sebutkan.

Pria di depannya hanya tersenyum lembut, menanggapi seadanya penyataan-pernyataan yang keluar dari mulut Lim seolah ia mengamini semuanya. Namun bohong jika Lim tak terlalu penasaran dengan tidak adanya satu hal pun yang berubah dari pria ini bahkan setelah beberapa tahun tak bertemu.

Setiap orang berubah. Lim cukup peka untuk menyadari beberapa perubahan dari orang-orang di sekitarnya―atau setidaknya orang-orang yang pernah ia temui. And it does suck, ia benci dirinya yang begitu mudah menyadari barang secuilpun dari perubahan sikap orang-orang di sekitarnya.

Tapi tidak dengan Lu Han. Caranya tersenyum, gestur, bau parfum yang menguar dari tubuhnya, bertahan dengan bubble tea rasa cokelat, dan rambut oranye mencolok miliknya. Semuanya masih sama dengan apa yang tertinggal dalam memori Lim.

Entah mengapa pria itu selalu lebih memilih untuk bisa terlihat oleh banyak orang, sembilan puluh persen karena surainya yang berwarna oranye dan sisanya karena cara berpakaian yang tidak biasa. Kau bahkan bisa dengan mudah menemukannya di keramaian. Maksud Lim, ia tahu Lu Han bukan tipikal pria yang gila sensasi.

“Kau tahu, Lu, sebenarnya aku selalu penasaran kenapa kau memilih cat rambut warna oranye ketimbang puluhan warna yang orang lebih biasa pakai. Apa kau tak merasa risih? Warna rambutmu membuatmu selalu terlihat di antara banyak orang. Mungkin rambut cokelat madu lebih cocok untukmu, atau mungkin kau harus mengganti cara berpakaianmu juga,” Lim terkikik diantara percakapan satu arah yang sedari tadi dilakukannya. “Yaampun aku penasaran apa yang membuatmu bahkan tak punya alasan untuk merubah semuanya. It’s been six years, Lu”

Hening menyelimuti sebelum pria itu membuka mulut. “Tidak, Lim, mungkin tak banyak orang memahaminya. Kau orang kesekian yang dengan penasaran menanyai segala hal yang tak pernah berubah dariku.” Pria itu menyesap bubble tea nya sebentar, senyuman tak pernah pudar dari bibirnya.

”Ibuku menderita prosopagnosia, setidaknya aku tak ingin ia menganggapku sebagai orang lain sampai hari terakhirnya.”

Musik indie bercampur dengung klakson kendaraan terus terdengar di telinga Lim sebelum kenyataan menghantamnya keras. Duri-duri terasa menancap di kerongkongannya, bahkan kata maaf saja tak bisa ia ucapkan dengan benar. Ketika perasaan malu telah memuncak hingga ujung kepala, Lu Han dengan perasaan khawatir berlebihan yang tak pernah berubah sejak Lim pertama kali mengenalnya mengusap rambut gadis itu lembut.

It’s okay, Lim. I’m all alright.”

 

 

Yeah,  Lu Han hanya punya semua alasan untuk tidak berubah

end

A/N : waow let me take a deep breath, oke jangan tanya korelasi judul sama ceritanya soalnya aku juga nggak ngerti lucu aja gitu marmalade, selamat bingung!

Advertisements

11 Comments

  1. Tbh tadinya aku mau lanjutin baca exo ficlet series kamu yang ke-4 eh taunya ini muncul paling atas, terus gambarnya luhan, terus tiba-tiba kangen banget banget sama luhan akhirnya nyasar ke siniii kyaaa.

    Seperti yang kita sering lakukan deh sa, nistain luhan dengan bikin dia jadi kriminal, pembunuh, orang jahat but but aku sangat sangat sangaaaat paling ga bisa kalem kalo baca fanfic isinya karakter luhan yang oh-so-gentle. Oke lah banyak fanfic yang nonjolin sisi polosnya dia tapi well as we know itu menurutku rada gimanaa gitu bosaaan, hahaha, we need more gentle baby lulu kyaaa x) and you did it perfectly! Thank you! Aduh makin kangen luhaaan hiks

    Dan, daaan aku beneran melongo pas luhan ngutarain alasan dia masih ga ngubah apa yang ada di dirinya diaa. Aku kira luhan sama lim ini semacam udah putus 6 tahun terus luhannya ga bisa move on terus mereka ga sengaja ketemu, taunyaaa. Oh my luhan kamu emang anak berbakti banget kyaa mau dong dicariin pasangan hidup kaya luhan /digampar asa/ ahahaha btw thankyou sa kamu udah ngobatin rasa kangen aku sama gentle!luhan ehehe. Keep writing asaaa! Semangaaat ❤

    1. udah lama nggak nulis luhan sejak (you know lah fik) terus aku kangen buanget sama dia soalnya dulu kan dia yang paling sering kita nistain :” yaampun apa salah luhan, ah nggak ah fik aku nggak bosen kok sama not-so-gentle-baby-lu as long as kamu yang nulis mhahaha aduh ini idenya muncul pas lagi baper jadi isinya baperan semua :” wakaka masalah putus 6 taun itu ide awalnya sebenernya tapi klise buanget kalo aku nulis kaya begitu XD makasih yah fika udah mampir dan bacaa kamu juga semangat !

  2. ya ampuun kak…ternyata oh ternyata. Itu toh alasannya abang luhan?
    kak, endingnya bikin meleleh haha XD luhan kayaknya pengertian banget, oh my God!
    fict nya simple, pendek tapi maknanya dalem(?) haha XD
    semangat terus kak^^

  3. Lagi kangen Luhan n baca ff kamu.. duuh… -___-”
    gak nyangka alasan Luhan gak ngerubah penampilannya tuh gara2 penyakit ibunya..
    ff yg ini pendek tapi ngena banget gtu y..
    suka bgt ama sifat Luhan yg “dengan perasaan khawatir berlebihan”,,
    n aq juga mw d usap gtu rambutnya ama Luhan *ngayal* 😀

    1. iya kaka aku juga lagi kangen luhan pas nulis malah jadi menye-menye melankolis kaya gini padahal aku udah jarang nulis angst haha kak luhan tuh husbandable peluakble ciumable aku bisa apa belum bisa move on dari accident (you know what lah) duh ini lama lama aku dihujat exoel nih soalnya pada baper masih inget inget mantan (member) makasih kaak udah bacaa (smooch)

      1. hahaha.. aq juga blom bisa move on.. pertama kali tau exo mah lgsg jatuh cinta ama itu rusa beijing.. dia tuh culikable super duper gemesin mintak banget di ajak ke pelaminan *eh
        skrg dy mutusin kluar kita mah bisa apa..cuma bisa baper tiap liat moment dia ama sehun yg kode2an..hahaha.. 😀

  4. Apa cuma aku yg habis ngebaca ini langsung search di google dan menemukan fakta, Prosopagnosia adalah kelainan dalam mempersepsi wajah yang membuat orang yang mengalaminya akan sulit mengenali wajah termasuk wajahnya sendiri. Keadaan ini biasanya diakibatkan oleh kerusakan otak akut, walaupun bukti terkini juga memperlihatkan adanya kemungkinan pengaruh faktor keturunan. (Ini langsung copy lohh wkwkww)

    Terus yg kedua aku baru sadar, kalau marmalade itu artinya selai jeruk?

    Oke fixs, ceritanya bagus dan menambah ilmu kekekekke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s