Binocular

tumblr_moluo423t51riqzc3o1_500

 (Picture from viitakismee on tumblr)

.

.

.

.

Let me see deep into your mind

Do Kyungsoo adalah satu dari jutaan lelaki yang susah ditebak arah dan jalan pikirannya oleh wanita manapun, dan sialnya Kei termasuk di dalamnya. Well, itu menurut pemikirannya sendiri sih, tapi sungguh kadang ia harus berpikir ekstra keras untuk sekadar mengira-ngira apa yang ada dalam kepala pria itu.

Sepuluh tahun bersama Kyungsoo tak membuat Kei mengerti satu hal pun yang ada dalam otak sahabatnya itu. Sebenarnya Kei bukan tipikal wanita yang  terlalu penasaran sih, tetapi terkadang hal ini begitu menyusahkan seperti saat ia harus membeli hadiah ulang tahun.

Seperti ketika Kei menemukan Kyungsoo pagi ini dengan setumpuk esai yang dengan bodohnya sama sekali belum ia kerjakan satupun padahal liburan musim gugur berakhir kurang dari seminggu lagi, berdiri bak orang bodoh dengan kaus dan celana sependek lutut di balik pintu apartemennya. Ia membiarkan Kyungsoo masuk karena ia tahu ada dua cup kopi panas di tangan kanan pria itu.Yeah, bilang saja Kei sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini.

“Jadi begini caramu mengganggu minggu pagi seorang gadis, bung?” Dengusan Kei mengalihkan atensi Kyungsoo dari novel yang tengah ia baca. Kyungsoo maniak novel, ia aneh, Kei tekankan. Kei bahkan pernah menemukan salinan The Happy Prince berjejal di antara novel lain saat ia terakhir mengunjungi rumahnya. “Sebaiknya cepat selesaikan esaimu jika tak ingin aku menendangmu keluar apartemen.”

Oh, Sorry Kei. Five more pages and I’ll be right there.”

 

“Ambil pen mu atau aku akan membuang semua lembaran kertas ini keluar jendela,” Itu detik kedua saat dengan sigap Kyungsoo turun dari sofa, mengambil tempat tepat di sebelah Kei setelah beberapa ancaman, masih sempat menyesap kopinya sebelum menyahut pen diatas meja. “Kau dengan tega membiarkan seorang gadis mengurus semua esaimu? Sungguh aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu, tuan.”

“Galak sekali sih, bahkan aku sudah menyempatkan diri membeli kopi panas untukmu. Kau sedang ingin minum kopi, kan? Atau kau ingin beberapa potong roti cokelat? Aku akan belikan jika kau mau.”

Oh, yaampun, kadang kei benci dengan hal ini. Bagaimana bisa pria ini dengan mudah membaca apapun yang ada didalam otaknya ketika bahkan Kei tak bisa melihat kearah mana jalan pikiran Kyungsoo. Ia benar-benar ingin segelas kopi panas dan roti cokelat sepagian ini namun untuk sekadar menggerakan tubuh ke minimarket terdekat saja ia sudah kepalang malas. “B−bagaimana kau tahu?”

“Gampang jika itu kau, Kei.”

“Kau mengerikan.”

Hanya tawa renyah Kyungso yang telinga Kei tangkap ketika keadaan mendadak menjadi senyap. Tangan kanan Kei masih sibuk dengan lembaran kertas yang hampir penuh sedangkan Kyungsoo―dengan lembaran yang masih seputih kapas, sibuk memainkan pen hitamnya.

“Sedikit orang yang tahu, tapi aku akan memberitahumu satu rahasia,” Kyungsoo berkata sok misterius sembari mendekatkan tubuhnya kearah Kei, mencoba memperkecil jarak diantara mereka. Sungguh Kei pikir lelaki ini terlalu banyak mengonsumsi novel detektif. “Mataku seperti binocular,Kei, semua terlihat begitu jelas dan bahkan dalam sekejap aku bisa membaca semua pikiranmu.”

Binocular ?

Kata-kata itu meruntuhkan semua asumsi Kei yang telah ia bangun sejak pertama kali Kyungsoo membuka mulut. Sial sekali ia terhasut begitu saja dengan tatapan Kyungsoo dan memilih mendengarkan guyonan tidak lucu sahabatnya itu. Konversasi pagi ini sungguh tak masuk diakal. Oh, ia hampir saja lupa jika lawan bicaranya adalah Kyungsoo, lelaki dengan pikiran setengah tak waras.

“Kau tahu kan binocular? Itu, teropong yang punya dua lensa pengintip. Kau bisa melihat apapun dalam jarak seribu meter dengan jelas.” Kyungsoo mengakhiri ocehan paginya dengan seringaian di mulut, membuat Kei terlihat bodoh dengan semua istilah yang asing di telinganya dan kata ‘pengintip’ benar-benar terdengar salah.

“Kau aneh.”

“Dan kau mau saja mengerjakan esai seorang pria aneh.”

Dengusan kesal kembali terdengar dari gadis itu. Ugh benar-benar pria ini. Kyungsoo, ocehan paginya dan berlembar-lembar esai bukan merupakan kombinasi yang baik untuk hari minggu pagi. Seharusnya ia tak pernah tergiur dengan sogokan satu cup kopi dari Kyungsoo dan membiarkan pria ini merusak hari minggunya. Bahkan setelah ia susah payah dengan esai miliknya, ia harus mengulang pekerjaan itu untuk orang lain. Ia sungguh tak percaya dengan dirinya sendiri.

.

Yeah, kau dan ocehan pagimu, cepat selesaikan esaimu kau bahkan belum menulis apapun sejak tadi.”

“Iya, iya nona galak, kau tahu aku tak punya banyak waktu untuk menyelesaikan semua esai ku.”

Hell, yeah, terus saja berkutat dengan novelmu. Pantas kau tak punya banyak waktu bahkan untuk berkencan. Wanita mana yang mau denganmu?”

Entah bagaimana, tapi mungkin Kei mulai menyesali kalimat yang barusan ia lontarkan karena saat ini perhatian Kyungsoo bukan lagi pada berlembar-lembar esai yang berserakan diatas meja, namun maniknya malah memandang Kei dengan tatapan intens namun lembut, membuat medan tarikan tersendiri dan siapapun wanita yang ada didekatnya bisa meleleh bak es krim.

Angin pertengahan musim gugur membuat kopi milik kei tak lagi panas sejak beberapa jam lalu namun udara di sekitarnya tiba-tiba memanas tanpa sebab membuat  kedua telapak tangannya mengeluarkan keringat berlebihan.

“Ada.”

Tell me who.” Dengus Kei kesal.

“Kau.”

Sedetik berlalu dan semua analogi tentang Kyungsoo dan binocular kini tak lagi aneh di mata Kei.

Damn, pria ini benar-benar bisa melihat semua yang ada dipikirannya saat ini.

end

Advertisements

17 Comments

  1. YAAMPUN INI SIMPLE TAPI KEREN! Aku suka bangett, cara penyampaian ceritanya bisa ngalir gitu. Ceritanya juga ringan dan ga ngeberatin otak. Suka deh 😉 semangat bikin ff lain ya kak ;D

  2. Hai kak ^^
    Reader baru nih ._.
    Umm, ga baru-baru amat sih, aku uda lama ngikutin blog kakak dari aku belom punya wp XD

    Ok, kak, aku suka banget cara Kei yang dengan rasa uget-ugetan bin malasnya ngerjain pr punya Kyungsoo XD
    Disini juga Kyungsoo nya juga beda dari karakter dia yang asli, yang sebenernya tipikal cowok yang rajin malah berubah jadi kekgini XD
    Keren deh kak, jjang~ ^^

  3. Aish, aku suka feel yang tercipta dari fiksi ini. Menenangkan, hanyut banget dah. Ada gregetnya juga, soalnya aku pen punya cowo yang suka baca mungkin ya (?) apalagi novel. jadi luluh karena Kyungsoo /? meski jadi males kerja tugas.

    Haha… Kyungsoo bener-bener binocular mungkin ya, teropong, sekalian teleskop apa ya /? bisa liat sampe ke langit. dan aku suka gambar yang dipake diatas. Kyungsu dan bunga-bunga (?)

  4. nama original characternya sama kayak nama yg aku pake buat ff lomba :’) but its okay, just a coincidence hahah.

    Ceritanya manis kak. Alur tentang orang pacaran emang selalu menarik ya /lel
    Entah kenapa aku mikir dio yang sok jenius dengan menganalogikan antara matanya dan binocular itu terkesan konyol. Apalagi ngebayangin tampang dio yang serius. Dia emang cowok flat, tapi mata bulatnya bikin hal tersebut jadi lucu.

    Ah, udahlah. Segitu aja x3

  5. HAH ASAAAAAAA, MAU BUBAR JALAN AJA INI MANIS BANGEEET IH AKU YG DARI KAPAN BACA FIC DI SINI KENAPA FLUFF MANIS SEMUAA MAU NANGIS AJA HUHUHU
    ih sungguh ya aku pikir analoginya kyungsoo apa banget lah binocular, entah dia cocoknya binocular atau dukun aja lah hahaha tapi abis kalimat terakhir………………. BYE KYUNGSOO DIKLONING KIRIM SINI SATU BISA GAK SIIIH

    1. KAPUTRI JANGAN BUBAR UDAH DISINI AJA maap ya kak aku udah lama nggak buka wp terus komen numpuk jadi bingung balesnya :” ahaha iya kalinya yang kaya gitu mah aliran sesat tuh, makasih ya kaputri udah sempetin mampir terus baca :*

  6. darisini jadi tau binocular itu apa.
    menurutku kyungsoo tuh bukan binocular tapi punya sixth sense kali ya bisa baca pikiran orang kaya gt, sekaligus nyeremin juga -_-
    kirain karakternya disini bakal diem, dingin dan bla bla bla kaya aslinya tp trnyata bertolak belakang hiihi

  7. Aku enggak tau gimana caranya bisa bikin fic yang sukses bikin baper pembacanya. Aku suka kak, omaygat ini tuh pas buat porsi anak remaja menjelang dewasa atau baru nginjek dewasa. Manis dan enggak ada adegan tidak senonohnya. Kakkkkk aku ngefanssssss!!!1

    1. haloo makasih ya udah mampir terus liat komen kamu banyak banget tuh jadi terharu yaampun :’) maaf nggak bisa bales satu satu :’) oiya aku asa 93l salam kenaal, wahaha kalo adegan nggak senonoh mah aku ga bisa buatnya emang jadi ketimbang fail buat yang beginian aja lah hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s