Rainy Monday and a Box of Chocolate Milk

under the rain(2)

 

 

 

“Some people feel the rain, other just get wet.”

 

Tidak ada hari paling sial selain hari senin bagi tipikal gadis sekolah berumur delapan belas tahun seperti Bi. Ia membenci hari senin sebanyak ia membenci jamur kancing pada sepiring carbonaranya tadi siang, ew jamur kancing tentu tidak masuk dalam daftar makanan kesukaannya. Entah kenapa menurutnya hari senin bisa membunuhnya kapan saja karena hanya pada hari itu pelajaran matematika, kimia dan fisika ada pada waktu yang berurutan. Duduk selama empat setengah jam dan mendengar hal hal yang bahkan otakmu tidak mengerti bukan hal yang menyenangkan, pecayalah.

Gadis itu masih memainkan ujung sepatu sneakers nya pada lantai yang basah, tali sepatu yang bahkan tak ia ikat sudah lebih dahulu basah terkena genangan air di bawah kakinya. Rambut cokelatnya yang ia ikat asal sedikit basah terkena tetes-tetes air.

Hujan memaksanya untuk tinggal lebih lama di sekolah. Bilang saja nasibnya sedang buruk, ia sama sekali tak mengira bahwa hujan akan turun sore ini dan ia mulai menyesali perintah ibunya untuk sekedar membawa payung.

Ia berdiri sendirian seperti orang bodoh, yeah kecuali rintik hujan yang masih menemani gadis itu. Ujung sepatunya ia hentak-hentakkan ke lantai untuk sedikit mengusir bosan yang sedari tadi menyerangnya. Sekolah sudah cukup sepi pada pukul empat sore, siapa yang masih mau tinggal di sini berlama-lama ? (Ups gadis ini pengecualian)

Ia bertekad untuk sampai rumah dalam keadaan kering walaupun itu berarti ia harus menunggu dan berdiri lebih lama. Ia benar benar tak akan membiarkan satu tetes hujan pun mengenai seragamnya, sungguh. Ia menghela napas kasar, hujan turun dengan deras dan sepertinya butuh waktu lama untuk mereda melihat pekatnya gumpalan awan kelabu di atas kepalanya.

 

“Sedang menunggu hujan reda ?”

 

Itu suara yang tak Bi kenal mencoba menginterupsi segala lamunan sore harinya. Ia menoleh kaget menyadari bahwa ada seorang murid lelaki yang kini tengah berdiri tepat disebelahnya, sudut-sudut bibirnya terangkat membentuk senyum. Seragamnya berantakan dengan dasi yang bahkan sudah tidak terikat rapi di leher. Ia punya surai hitam yang lembut, mata besar yang lucu dan hei, tubuhnya tinggi, mungkin ia  tim basket sekolah.

Yah, hujan sungguh menyebalkan,” Butuh waktu sekitar empat puluh lima detik penuh bagi Bi untuk merespon pertanyaan lelaki itu. Hujan dan rentetan pelajaran eksak yang barusaja ia terima sepertinya membuat otaknya tak bekerja dengan baik. “Kau sendiri ?”

“Sama sepertimu. Latihan basket membuatku harus jadi yang pulang paling terakhir, menyebalkan.”

Gadis itu mengangguk kikuk. Ia tak pernah mengenal lelaki ini sebelumnya, mungkin ia salah satu murid lelaki yang setiap hari berlarian di koridor saat bel istirahat berbunyi, tapi toh ia tak akan perduli. Ia tak mau repot-repot menghapal wajah semua murid di sekolahnya. Ia bukan tipikal gadis ramah yang mau mengingat semua nama murid. Tetapi kenyataan bahwa ada seseorang disampingnya membuat ia sedikit lega karena ia tahu ia tak sedang menunggu seorang diri.

“Namamu Bi ?”

“Bagaimana kau tahu ?”

“Gampang,” Ia terkikik. “Tertulis jelas di nametag mu, nona.”

Dalam hitungan detik ia merasa menjadi gadis paling bodoh sedunia. Seharusnya ia tak terlalu penasaran akan kemampuan pria ini dalam menebak, bahkan Bi sudah berpikiran terlalu jauh menyangka pria ini merupakan seorang stalker.

 

“Jadi aku boleh memanggilmu Bi ? Oh, namaku Chanyeol omong-omong.”

 

Alis-aslis Bi bertaut, ia cukup cerewet untuk ukuran seorang pria. Seingatnya ia baru mengeluarkan beberapa kalimat dari mulutnya tapi pria bernama Chanyeol ini sudah mengucapkan tigal kali lipatnya. Ia mengedikkan bahunya santai. “Terserah kau.”

 

“Baiklah Bi, mau susu cokelat ?”

 

Masih dengan senyum yang mengembang di bibirnya pria yang baru Bi ketahui bernama Chanyeol itu menyodorkan sekotak susu padanya. Kedengarannya aneh melihat orang yang bahkan baru mengenalmu tidak lebih dari sepuluh menit lalu kini tengah menyodorkan sekotak susu cokelat. Chanyeol yang pertama bagi Bi. Ia tak pernah melihat manusia macam Chanyeol sebelumnya. Ia sedikit ragu tapi berakhir dengan ia menerima sekotak susu cokelat itu dari tangan Chanyeol. “Thanks, biasanya aku tak gampang menerima pemberian orang asing.”

 

“Hei, aku bukan orang asing. Kita sudah berkenalan barusan.”

 

Pria ini sungguh lucu, Bi akui. Kalimatnya barusan bahkan bisa membuat gadis itu terkikik geli, sesuatu yang bahkan tak pernah seorang Bi lakukan pada orang asing. Ia rasa dirinya bertingkah begitu aneh hari ini. Bi bukan tipe gadis yang mudah dekat dengan orang baru, bukan keinginannya untuk tidak bersikap ramah terhadap orang yang baru pertama kali ia temui, ia hanya terlalu takut semua ucapannya bisa begitu saja melukai. Kadang ia begitu membencinya, pribadinya membuatnya tak mempunyai banyak teman.

Ia menyedot minumannya dalam diam, hanya bunyi rintik hujan yang bisa gadis itu dengar. Bi dengan seenaknya menarik kesimpulan bahwa pria ini benar-benar tukang senyum melihat sudut bibirnya yang terangkat sedari tadi.

“Kau suka hujan ?” Chanyeol bergumam ditengah hening yang menelusup diantara mereka.

Hem, tidak begitu.”

Dahi pria itu sedikit mengerut. “Kenapa ?”

Gadis itu masih menerawang di antara hujan, enggan untuk sekedar menoleh ke arah lawan bicaranya. “Entah, banyak alasan kenapa aku tidak begitu menyukai hujan. Hujan selalu datang disaat yang tak tepat, aku benci itu. Hujan membuatku tak bisa mengajak anjing peliharaanku jalan-jalan dan ia terus saja menggonggong, hujan membuat rambutku terlihat jelek, dan―” Ia memutus kalimatnya sendiri, membiarkan sedikit hening masuk diantara percakapan mereka. Ia mengeratkan pegangan pada tas ransel di pundaknya.

 

“―I’m used to being alone, but the rain itself makes the loneliness grow bigger. I hate that.”

 

Bunyi hujan masih menggelitik telinga saat Bi mengucapkan kalimat terakhir. Sementara Chanyeol di sebelahnya sedikit terkikik karena mendengar cerita Bi tentang anjing atau rambutnya yang jelek.“Berbeda denganmu, aku menyukai hujan.”

Sontak gadis itu menoleh ke arah Chanyeol, alisnya berkerut. “Hujan membuat Pak Kim si guru fisika membatalkan kelasnya, hujan membuat ibuku batal menyuruhku pergi belanja dan hujan bisa menjadi alasan untukku tidak mengikuti les bahasa inggris hari ini.”

“Tapi itu alasan sepele.” Bi mendengus.

“Tidak kalah sepele dengan alasan mu membenci hujan, bukan ?”

Ia akui perkataan pria ini benar. Pria ini sangat pintar dalam memutar balikkan fakta. Ia membenci hujan hanya karena takut rambutnya akan jelek atau karena anjingnya menggonggong seharian. Tetapi alasan terakhirnya masih membuatnya kukuh untuk begitu membenci bulir-bulir air itu.

“Kalau begitu aku akan menjadi temanmu, Bi.” Sejenak Bi merasakan sentuhan di puncak kepalanya, itu tangan Chanyeol tengah mengusap puncak kepalanya lembut. “Kita bisa menunggu hujan bersama, bermain hujan atau mungkin kita bisa berdansa di bawah hujan dengan begitu aku bisa membuatmu menyukai hujan atau kau tak akan merasa sendirian saat hujan.”

Tatapan mata Bi masih tertuju kearah Chanyeol. Tanpa ia sadari dari tadi otaknya terus saja membuat beberapa kesimpulan tentang Chanyeol. Seperti pria ini cerewet, pria ini aneh, pria ini suka tersenyum, ia ramah dan pria ini tam― Oh tidak apakah barusan ia berkata tampan ? sungguh ada yang salah dengan otaknya hari ini. Hei bahkan ia barusaja mengenal Chanyeol dan ia sudah mengatakan pria ini tampan ? dia sudah gila. Tiba-tiba jantungnya terdengar seperti gemuruh petir.

Bi tak mengerti apakah semua pria mempunyai sifat seperti Chanyeol, yang dengan sesuka hati menepuk pundak seseorang yang bahkan tidak kau kenal, lalu memberikan sekotak susu dan tiba-tiba bilang ingin berteman atau mengajakmu berdansa di bawah hujan. Kalau iya berarti ia mungkin harus sedikit menjauhi setiap pria karena mungkin mereka sama cerewetnya seperti Chanyeol dan mungkin saja perutnya akan terus terasa seperti tersengat listrik.

“Sebenarnya sih aku ingin mengajakmu berdansa di bawah hujan, tapi mungkin tidak sekarang. Besok kau ada ujian matematika kan ?” Chanyeol merogoh isi tas ransel kuning cerahnya, tangannya mencari-cari sesuatu dalam tumpukan buku-buku dan handuk penuh keringat yang ia simpan dalam tasnya.

“Ayo kuantar pulang, rumah kita kan searah.” Ia membuka payung biru yang barusaja ia keluarkan dari tas. Kakinya berjalan menuju aspal yang tergenang air, membiarkan sedikit permukaan sepatunya basah oleh air hujan. Tangannya masih ia ulurkan pada Bi, berharap gadis itu setidaknya mau pulang dengannya. Chanyeol sadar sih kelakuannya tadi sangat tidak sopan mengingat Bi baru pertama kali mengenalnya.

“Hei, kau punya payung, kenapa tidak pulang dari tadi ? Lalu darimana kau tahu aku punya jadwal ujian matematika besok, lalu bahkan aku barusaja mengenalmu dan kau tahu arah rumahku ?” Tuduh Bi. Alis-alisnya kembali berkerut. Pria ini sedikit aneh, sungguh.

“Huh, sedikit koreksi. Bukan hanya arah, aku tahu di mana rumahmu.” Protes Chanyol.

“Sudah kubilang bagaimana bisa ?”

“Dasar cerewet,” Chanyeol menarik pergelangan tangan gadis itu, membuat tubuhnya sedikit terjerembab ke dada Chanyeol. Dan di saat itu perutnya bagai tersengat listrik.

“Sudah kubilang kan aku menyukai hujan. Aku menyukai hujan sejak pertama kali bertemu dengannya saat upacara masuk sekolah.”

Sontak Bi sedikit menjauhkan tubuhnya dari Chanyol, otaknya berusaha mencerna semua kalimat-kalimat yang baru saja diucapkan Chanyeol. Gadis itu masih diam berusaha menormalkan detak jantungnya yang berkerja lebih cepat, mengedarkan semua kelebihan darah pada wajahnya. Dan ketika ia tersadar maniknya menangkap manik kecokelatan teduh milik pria itu, deretan gigi terlihat di balik sudut-sudut bibirnya yang tertarik membentuk senyum. Chanyeol mengeratkan bahunya pada bahu gadis itu.

 

 

“I love you, Bi.”

 

end―

 

 

 

A/N : Hahahahahahaha ketawa dulu yah, oiya aku mau sedikit jelasin kalo bahasa korea nya hujan itu Bi (비) (yang juga jadi nama cast nya disini) in case ada yang nggak paham 🙂 Enjoy !

Advertisements

20 Comments

    1. aduh kak asa tolong aku kak tolong…. aku makin tenggelam dalam pesona chanyeol hohoho…. tau banget lagi kesengsem sama chanyeol hohoho……. makin mabok aja sama chanyeol~ oh chanyeol~
      aduh chanyeol tipe tipe lelaki yang maju duluan, berani ambil resiko ih sumpah chanyeol ganteng banget di sini personality-nya jadi iri sama Bi hohoho…..
      terus terus kak itu pasti chanyeol HEHEHET banget lah abis basket seraam berantakan terus rambut berantakan agak agak bau keringet tapi maskulin gitu sambil nyampirin tas owowow~ sumpah rasanya tuh pengen masuk laptop terus menyerbu chanyeol :3333
      dan lagi bi….. kamu enak banget bi ada yang gituin kamu sampe segitunya hehehet….. aku mau dong chanyeol digitun sama kamu hehehet….

      “i love you,Bi”

      kalimat singkat itu bikin aawaaawwawawwwbrrbbrrrraaawwcciyeciyeee diri ini kak. oowowowwww chanyeol~ aduh mana yang menghantam dada chanyeol bikin aku kosel kosel di kasur huhuhu iri banget lah sama Bi (untung aja aku gak bayangin Rain, coba kalo aku bayanginnya Rain bermesraan sama chanyeol gatau lagi deh hehehet)

      KAK ASA SEMANGAAAT YA KAK????!!! KEEP WRITING AND FIGHTING~~~~

      (choo sarang sama yuto unyu deh kak, hehehet)

      1. kamu tenggelam dalam pesona chanyeol ? /brb iket yixing, jadiin pelampung, lempar ke lintang/ chanyeol kamu dicariin lintang tuh ada yang ngefans katanya dia kesengsem sama kamu hhihihi aaaak yaampun barusadar kalo aku nulis chanyeol tuh jadi kaya tipe cowok kesukaan ku banget, esumpah baru sadar, eh kok bisa sih ? (terus mikir) emang deh cowok yang kaya gitu ga bikin meleleh gimana cobaak, aak justru itu, cowok tuh paling keren pas rambutnya berantakan habis main basket gitu hahaa (mimisan)

        THANKS YAH LINTANG UDAH BACA XD KAMU JUGA FIGHTING XD AAAAK YUTOxSARANG TUH OTP OTPPPPPPP mereka cute abis masak iya aku nangis waktu liat mereka marahan, kayanya jiwaku agak keganggu akhir-akhir ini :”

  1. ASA ASA ASA JAMAN SEKARANG NYARI ORANG KAYAK CHANYEOL DI MANA YA TOLONG KIRIMIN AKU SATU DONG;;; asa ih tanggung jawab aku baca ini siang-siang, terus rumah depan kan lagi dibenerin, kulinya suka masang lagu keras-keras terus yg keputer lagi lagu siti nurhaliza masa yg betapa kucinta padamu (oke oke ini engga nyambung emang:/) IH CHANYEOL IIHHHH. aku lagi mabok chan tau sa, kamu kayak ngasih aku treasure banget update blog terus ceritanya dia. ah engga dari kemaren kamu ngasih aku treasure terus dari paa kamu update cerita layhan. (and did you ask yesterday whether i missed you or not? i miss youuuu aaaaaa, you and your writing pokoknya x) huhu hugs dulu.)

    iihhh aku bahkan udah senyum-senyum ga jelas tau pas bagian chan keluar, terus bayangin dia abis selesai latian basket, terus bayangin seragamnya nggak rapi, terus bayangin dia sama senyumnya ituuu masyaAllaaaah puasa ini puasaaaa daritadi rasanya mau mencak-mencak aja iniii huhuhuhu. terus ternyata chan itu udah semacam ngincer bi dari lama ya? laaaaah aku melting lah baca oas bagian bahkan chan udah tau rumahnya bi segala, duh sama pas ngasih susu coklat sama pas pukpukin kepala bi. INI UDAH GEREGETAN ADUH CHAAAAN HUHUHUHU.

    tapi atuhlah paling nendang mah bagian akhir pas chan bilang i love you, bi. lah aku bisa apa cobaaaa. totall baca dua kali dan masih gemes di bagian yang sama. like seriously, park chan kenapa bisa overdosis gini manisnyaaa;;; atuhlah asa aku gatau lagi mau komen apa. this fic seriously made my day aaaaaa~
    keep writing sa! semangat terusss 😀

    1. AAAK FIKAA BTW AKU JUGA LGI NYARI FIK NTAR KALO AKU NEMU LANGSUNG DEH PAKETIN RUMAH KAMU YAH HEHEHE ahaha ga kebayang banget tukang depan rumah kamu melow gitu fik sambil gergaji kayu sambil dengerin siri nurhaliza haha duh fikaaa wp kamu tuh juga kayak tambang emas tauk hahaha aaak i miss you too fika :” /BIGHUG/

      aak aku juga jadi ngebayangin deh fiik aak chanyeol kaya jadi semacam stalker gitu ya haha ngeri nggak sih kalo tiba tiba ada cowok sok kenal gitu terus tiba-tiba dia tau rumah kamu hiiii e tapi kalo macem chanyeol mah okeoke aja akunya haha (maunya) FIKA MAKASIH YAH LIKE SERIOUSLY KOMENMU TUH KAYA ADZAN MAGHRIB PAS KITA UDAH LEMES GAKUAT NGAPA-NGAPAIN SUER, KAMU JUGA KEEP WRITING YAH FIKA 🙂 SEMANGAAT

  2. Hamina hamina hamina kak asa aku udah bilang berapa kali kalo aku kangen sama kamu (oke baru dua kali ini sih tapi aku eksyaited banget ih kakak update beberapa ff).
    Dan yang ini chanyeol! Yaampun rasanya udah sekian abad gak baca ff chanyeol dan aku kangeeen. Jadi mata ini udah berbinar aja pas liat kovernya dan langsung kepingin baca. Aku emang lagi butuh suply yang romance” fluff gini sih kak ih kakak mah tau aja. Aku suka deh sama bahasa kakak yang ringan. Jadi sepanjang cerita kok ya mengalir indah gitu bacanya. Cocok dibaca siang-siang gini dimana air ledeng terlihat sangat menyegarkan /lah aku ini lagi ngomong apa/.
    Oh ya kak, kamu sempat meng-asdsjhgasfjljshjhd-kan hatiku gara” karakternya chanyeol. Yaa aku kok jadi bayangin kalo aku itu orang ketiga yang ngintipin mereka dibalik tong sampah sambil ketawa ketiwi. Aihh ini sweet paraahh kak. Terus yang bagian akhir itu… Aku bisa apa kak kalo chanyeol udah gitu. Gataunya dia udah suka Bi sejak lama. Kok Bi ganyadar sih ada cowok kece ngincer dia. Hmm hmm hmm kapan aku ketemu cowok kayak chanyeol gini. Aku pingin jadi Bi.

    Kak asa.. Keep writing yaa kak. Semangat teyuss~~
    Love youu kak ❤ ❤

    1. aaak rahma aku juga kangen kamu tauuk XD

      aku juga udah sekian abad nggak nulis chanyeol lagi huhuu terus liat dia sekarang kok gantengnya nggak aturan jadi sekali sekali lah bikin chanyeol 🙂 suplai cinta dari aku mau nggak ? e becanda deng hahaha aku malah lagi butuh suplai crime nih ma huhuu kalo kamu ada rekomen fanfic crime kasitau aku yah :’) yahahaha pasti pas kamu baca ini lagi puasa yaa yaudah ntar pas buka langsung minum air ledeng

      bentar bentar ma aku agak heran kenapa kamu lebih milih mau jadi orang yang ngintipin mereka dibalik tong sampah ? kenapa ? padahal kamu bisa loh milih jadi bi hahaha THANKS YAH RAMHA UDAH SEMPETIN BACA, I LOVE YOU TOO SEMANGAT JUGA BUAT KAMU 🙂 /HUGS/

  3. kak asaaaaaaaaaaaaaaaaaa ini chanyeolnya manis banget lah minta diuyel-uyel huhuhu aku baca pas lagi bosen gitu kan, terus ini langsung senyum lebar banget bibir udah hampir robek huhu awalnya aku yang nggak ngeh gitu kan lah ini kenapa tbtb chanyeol ngomong kalo dia cinta si bi LAH TAUNYA UDAH SUKA DARI AWAL kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa lucu banget dia mencari kesempatannya :’3 /menangis terhura/

    aduh duh, bayangin kalo ada manusia macam gini yang datengin aku di sekolah pas hujan deres ya aku nggak akan nolak lah. mana dapet susu cokelat juga gitu kan hakhakhak apalagi kalo orangnya macam pcy, aku bisa apaaaaaaaaa ;;;w;;;;;;;;;; aduh, sumpah kak asa ini manis sekaliii :3 semoga bi habis itu jadian sama chanyeol deh ya, kak. hahaha. atau minimal pdkt deh wakak kan mereka baru kenal xD

    this fic is soooo cute! kak asa semangat yaaa! keep writing! ❤

  4. Excuse me Kak Asa, boleh numpang mencemari komentar kakak gak? Boleh kan? Boleh dong pastinya hahahaha
    Long time not read your fanfic nih kak agak rindu sama tulisan kakak /hug fanficnya/ *salah. Dan kak, firstly, I saw some typos here. Mungkin jika kakak sempat bisa diedit (tapi aku sendiri malas ngedit fanfic kalau ada typo=_=) and yeah, aku sebenernya.. suka Chanyeol cuma ga terlalu fanatik (you know who’s my bias, right? lol) dan setelah aku mencoba untuk baca beberapa fanfic dengan cast Chanyeol, aku tetep ga tertarik sama satu-satunya member Exo bermarga Park ini-_- dan at last, I found this one. You should know that I love Chanyeol from the very very start, though. Menurut persepsiku ya kak, Chanyeol di sini itu kayak Usui kalau di anime T_T but then, abaikan kalimatku yang barusan. Aku sukaaaaaaa banget sama karakter Chanyeol yang kakak buat di sini. Takdir Chanyeol dalam fanfic memang selalu happy virus, cerewet, dan yah you know what else. Kayaknya Chanyeol di sini itu memang semacam stalker, atau apa ya-_- Tapi yah, dia memang sweet banget di sini terutama pas dia ngucapin kalimat terakhir sebelum END itu. Aduh kak, buat versi panjangnya dong yayayayaya? I’m begging hihihi.

    Please write another Chanyeol fics, Keep writing kak!

    1. iya aku juga udah lama nggak baca fanfic kamu intan 🙂 ohiya ada typo ? akunya gasadar malah maklum lah ini unbeta-ed aku ga koreksi ulang langsung post haha aku juga sebenernya nggak fanatik banget sama chanyeol cuma rasanya pas aja kalo chanyeol yang meranin ini, ini chanyeol banget 🙂 makasih intan sudah baca 🙂

      1. Gak apa2 kak aku lagi ga bikin fanfic oneshot/drabble sih sekarang-_- Typo sih wajar sebenarnya, aku juga sering. Yang merhatiin malah readers fufufu, iya ini Chanyeol banget setuju kak>< sama-sama kak hihi

  5. permisi~ numpang komen ya kkkk.
    wehehehe kapan aku bisa kejebak hujan dan yah kenalan sama cowok seganteng dirimu park chanyeol :’ pertamanya aku bingung kenapa yeol bisa tau alamatnya bi dan ternyata oh ternyata dia udah tau bi sejak lama? dan aku baru tau juga dan ngeh kalau ternya bi itu artinya hujan wkwkw. keep writing~ semangat ;;)

  6. ASAAAAAAAAAAAAAA, aduh ini Chanyeol minta dipacarin banget sih, hihihiikalo jai bi rasannya udah ga karuan. iya kamu bi, hujannya Chanyeol 😀

  7. Dasarrrr Chanyeool kamu moduuuss. Hahahaha Aku suka ide ceritanya, kak. Suka cara menulisnya juga. Jadi penasaran kira-kira Chanyeol sama Bi ini pacaran apa enggak. Mau baca ff yg lainnya ya kak. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s