[BAP] A Man With Shoe Sole

footthumb
credit picture to the owner

 

 

Choi Junhong tak pernah bisa tidur dengan nyenyak sejak saat itu

.

.

 

 

Kalau ia tak salah ingat, itu malam dibulan Mei ketika Choi Junhong masih bergelung dalam selimut cokelat tebalnya. Bulan sedikit mengintip dari balik tirai yang tersibak ditiup angin malam yang hangat. Junhong selalu membiarkan sedikit daun jendela kamarnya terbuka, memberi celah agar tiupan angin musim semi mengisi sudut-sudut kamarnya. Dengan begitu biasanya ia bisa tidur lebih nyenyak.

Biasanya Junhong akan dengan mudah melupakan semua mimpi dalam tidurnya, semudah ia menghabiskan satu mangkuk susu dan sereal yang ibunya buat tiap pagi atau seperti ia menghabiskan satu loyang pai apel buatan neneknya. Namun ia rasa berbeda untuk malam ini.

Tidurnya agak tak nyenyak, bahkan saat tiupan angin yang ia sukai menyentuh kulit wajahnya.

Ia tengah mengeratkan selimut cokelatnya ketika ia samar-samar mendengar pintu kamarnya berdecit terbuka. Sedikit cahaya masuk melalui celah pintu ke dalam kamarnya yang gelap. Lantai kayu berderit-derit dan beberapa detik kemudian ia merasakan kasurnya sedikit melesak.

Seseorang tengah duduk di samping ranjangnya, namun Junhong hanya terlalu enggan untuk membuka matanya yang terasa berat. Itu mungkin hanya ibunya, datang untuk sekadar mengecup dahinya dan mengucapkan selamat tidur.

Junhong menunggu dan menunggu, namun ternyata tidak ada kecupan di dahi atau suara lembut yang ia sukai mengucapkan kata selamat tidur. Hal itu membuat alisnya mengerut. Jemari kurus yang tengah membelai lembut kulit pipi Junhong memaksanya untuk membuka matanya perlahan.

Ia menemukan ibunya, tengah melihatnya dengan wajah sendu. Jemari milik wanita itu masih berada di pipi Junhong.

“What’s wrong, Mom?” Bocah itu bangkit dari posisinya, menimbulkan sedikit bunyi kasur yang berderak pelan. Untaian selimut hangatnya jatuh begitu saja ke pangkuan bocah itu.

Perasaan khawatir mau tak mau menelusup ketika matanya yang sudah penuh terbuka melihat buliran-buliran air yang terbias cahaya bulan dalam kamar yang remang.

Malam itu ditengah kamarnya yang gelap gulita, ia melihat ibunya menangis.

Dekapan erat ibunya menjadi satu-satunya yang bisa ia rasakan saat ini. Bagian pundak kaus putihnya basah oleh air mata, membuat berjuta perntayaan yang melayang di kepalanya bertambah dua kali lipat.

 

“Tell me what’s wrong, Mom.”

 

Itu pertanyaan kesekian kali yang ditujukan pada ibunya, namun wanita itu tetap diam, tak mau barang sekalipun menjelaskan alasan mengapa ia menangis. Junhong mendadak berspekulasi, mungkin ia melupakan tanggal ulang tahunnya sendiri dan ibunya tengah bermain drama malam hari. Juga seingatnya ia tak pernah mendapat nilai ujian yang terlampau jelek sehingga menyebabkan ibunya menangis.

Malam begitu hening. Diantara semua pikiran yang berkelebat di benak dan isakan ibunya, bunyi derakan roda beberapa koper tua yang bergesekan dengan lantai memenuhi indera pendengaran bocah itu diiringi derap langkah sol sepatu yang sangat ia kenal.

 

Bunyi-bunyian itu seolah menamparnya keras, ia hanya tersadar akan apa yang sedang terjadi.

 

Junhong yang kebingungan memeluk ibunya erat. Kepalanya ia sandarkan pada bahu wanita baya itu. Ternyata bunyi pecahan benda, gebrakan meja serta teriakan putus asa ibunya tadi bukan hanya sekedar mimpi dalam tidur Junhong.

Bocah itu menggigit bibir sekuat mungkin agar cairan bening yang mulai menumpuk tak jatuh dari sudut matanya. Ia sadar saat ini ia harus lebih kuat dari siapapun, setidaknya untuk ibunya. Namun apa yang saat ini bisa diharapkan dari seorang bocah yang bahkan matanya buram tertutup air mata?

 

Hanya desisan kecil yang bisa keluar dari mulutnya.

 

“Mom, aku benci dad.”

 

Kemudian suara terakhir yang mampu didengarnya adalah suara debuman pintu yang ditutup dengan keras, menyisakan sedikit harum musim semi yang masuk melalui celah sempit pintu. Derap langkah sol sepatu yang khas itu tak pernah ia dengar lagi.

 

 

―End

 

A/N :

Cuma word vomit sekalian buat curhat juga. Maaf kalo ini pointless, banyak kata yang diulang terus Junghong apaan banget pake mewek-mewek disini hahaha, thanks buat yang udah sempetin baca, Love You  🙂 

Advertisements

7 Comments

  1. kak asa~~~ akhirnya kak asa balik juga hehehet!!!!
    kak jujur waktu bacanya pertama aku kira ini horror loh hehehet ternyata bukan…..
    terus itu lagi yang jemari halus mengelus pipi junhong aku langsung ‘wuadoh, bahaya bahaya!’ terus abis baca kelanjutannya…. ehalah ternyata ibuke tenanan toh, suudzon melulu diri ini kalo ada horror horroran hehet…..

    itu papa-nya junhong pasti selingkuh abis itu mau ninggalin mama-nya junhong, iyakan? *korban chsi, kak harap maklum*

    kasian mama-nya junhong :”( junhongnya juga kasian masih kecil bisa apa buat nenangin ibunya? :”(
    junhong kamu sabar ya? kamu pasti kuat :’)

    kak asa, aku merindukanmu~ sangat merindukanmu~~~~

    1. halo lintaang selamat balik 🙂 itu sebenernya yang ngelus pipi jelo aku tuh tang haha nahloh suudzon gaboleh loh lintang puasaa puasaa 🙂 hee itu bapaknya jelo jahat tega banget ninggalin anak ganteng macem dia :” thanks yah lintang udah baca 🙂 aku merindukanmu juga lintaang~

  2. Waduh, kukira ini horor. jd itu seriusan mama’a? mash hidup kan? Aku mikir’a itu hantu mama’a yg udah mati di bunuh si papa. Haha, Abis suasana’a horor banget. Btw, itu zelo’a unyu^^ dh, soal’a ku ngebayangin dia umur 10 tahunan.

  3. iya sama sama. eh omong omong aku uda buka page aboutmu tapi karna on di hape dan males nge-scroll ke bwh ku intronya disini aja ya. namaku kaya id komen dan ku lebi muda tiga taun darimu. salam kenal yo~

  4. Aduh asa, itu papanya kenapa begitu, aku suka sedih-sedihan gtu kalau ngomongin rumah tangga yang retak ;”) ahhhhh kangen tulisan Asa. (dan aku sudah terlalu sering bilang begini sampai mungkin kamu bosen saaaaa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s