[FF] The Princess’s Crown

Lenght : OneShoot | Genre :  Historical-romance | Cast : Kim Joonmyun-OC

The.Princess ‘ s Crown
story by : SleepingPanda

Musim Semi 1530, Joseon 

Deokhye membungkam sambil terus menyisir rambut panjangnya. Ia menyisir dengan sangat pelan seakan tak ingin satu helai rambut pun tersangkut di sisir kayu ek miliknya. Iris hitam beningnya tengah memandangi pohon persimmon tua itu dengan pandangan kalut, saat ia mendengar ketukan halus dari balik pintu paviliunnya.

“Yang mulia, saya membawakan sarapan anda.” Ia menghela napas panjang. Deokhye tahu dan bahkan sangat hafal bahwa sehabis mandi adalah waktu sarapan untuk sang putri dan tak akan ada yang bisa mengubah jadwal itu.

“Masuklah.”

Sedikit decitan terdengar ketika pintu paviliunnya terbuka dan memperlihatkan sekitar lima atau enam pembantu kerajaan yang membawa beberapa nampan makan pagi sang putri. Setelah mangkuk-mangkuk itu tertata rapi di meja khusus milik Deokhye, para pelayan itu sedikit membungkuk untuk memohon ijin keluar. Deokhye mengalihkan matanya sebentar kepada beberapa mangkuk makanan paginya. Ia benar-benar merasa tak lapar saat ini.

“Eem, Pelayan Kim, Bisakah kau membantu mengepangkan rambutku ?”

Pelayan setengah baya itu tersenyum. Pekerjaannya yang mengharuskannya terus berada di dekat sang putri, membuatnya mengetahui semua tatapan miliknya. Dan kali ini ia tahu benar kalau sang putri hanya membutuhkan teman.

“Terkadang aku berpikir kalau rambut panjangku ini mulai mengganggu.”

Mata Deokhye masih tertuju pada buah-buah persimmon yang warnanya mulai berubah menjadi oranye. Ia merasakan tangan pelayan Kim masih berusaha untuk menyelesaikan kepangannya.

Sang pelayan hanya bisa tersenyum mendengarkan keluhan Deokhye. “Jangan berkata begitu Yang Mulia. Rambut adalah kebanggaan semua wanita Joseon. Apalagi untuk anda.” Deokhye hanya bisa mendesah keras mendengar perkataan pelayan pribadinya itu.

Menjadi anak perempuan dari seorang raja tak selalu menyenangkan bagi Deokhye. Sifat keras ayahnya membuatnya kadang harus terkurung berhari-hari di dalam paviliun pribadinya. Ia tak boleh keluar istana kecuali dengan belasan pengawal yang selalu mengekor. Termasuk tidak boleh memotong rambut hitamnya yang sudah  benar-benar panjang dan mengganggu.

Ia tahu ia memiliki semuanya di dalam paviliunnya. Lantai kayu terpoles, kursi sutra dengan warna kesukaannya dan beberapa perhiasan giok mahal. Namun semua itu bukanlah yang ia inginkan. Ia hanya ingin menjadi gadis biasa. Keinginan yang sederhana, namun seperti mimpi kecil di siang hari yang tak mungkin terealisasi.

Ketukan pelan pada jendela paviliunnya membuat Deokhye menghentikan kegiatannya membaca dokumen tua milik kerajaan. Kegiatan yang benar-benar membosankan bagi Sang Putri. Ia benar-benar bisa membakar semua dokumen itu kalau bukan karena perintah Raja. Dengan beberapa kalimat yang dilontarkan ayahnya, Deokhye benar-benar kehabisan kata-kata untuk menolak.

“Kau adalah putri mahkota, Deokhye.”

Deokhye membuka jendela kayu tua paviliunnya dan meninggalkan sedikit bunyi decitan engsel yang berkarat. Memperlihatkan seorang lelaki seumurannya, yang tengah berkutat dengan sesuatu.

“Untuk anda, Yang Mulia.” Sebuah tangan terulur kearah Deokhye.

“Terima kasih, Suho.” Deokhye tersenyum menerima pemberian kecil dari lelaki yang ia panggil Suho.

Nama lelaki ini Kim Joonmyun. Namun Deokhye lebih suka memanggilnya Suho−Sang guardian. Ia adalah penjaga Deokhye yang memang di utus Raja untuk menjaga agar Deokhye tak mencoba kabur dari masa hukumannya− terkurung di paviliun.

“Saya baru saja mempelajari teknik berpedang baru, Yang Mulia ingin melihatnya ?”

Suho mempererat genggaman tangannya pada pedang kesayangan miliknya dan bersiap-siap jika Sang Putri memang ingin melihat aksi barunya.

“Benarkah ? Perlihatkan padaku.”

Dengan wajah sumringah, Suho mengeluarkan pedangnya dan mengayunkannya membentuk gerakan-gerakan khusus. Deokhye menopang dagu dengan tangannya dan berusaha untuk menahan tawa menikmati aksi si pengawal.

Masih serius dengan atraksinya, Suho bahkan tak sadar bahwa dari tadi Sang Putri tengah memperhatikannya intens sambil sesekali tertawa. Pedang milik Suho melayang-layang membelah udara dan sedikit berkilat terkena sinar matahari siang. Rambut halus dan −sedikit panjang milik Suho melambai pelan mengikuti gerakannya.

Bahkan hanya dengan setangkai bunga liar dan sedikit pertunjukan, bisa merubah mood  Deokhye berkebalikan 180 derajat. Sepertinya menjalani hukuman tak selamanya buruk, pikirnya.

Suho mengakhiri pertunjukan kecilnya untuk Sang Putri dengan sedikit peluh yang menetes dari dahinya. Melihat Sang Putri bertepuk tangan dengan girang membuatnya sesaat begitu bangga akan keputusannya memperlihatkan beberapa aksinya kepada Sang Putri.

“Tunggu disana, Kim Suho.”

Deokhye tiba-tiba menutup jendela kayunya. Suho yang masih berusaha mengatur napasnya hanya bisa memandangi daun jendela yang ditutup agak kasar sehingga menimbulkan bunyi derakan keras. Suho bisa mendengar derap langkah tergesa-gesa Sang Putri dari dalam paviliunnya. Dalam hitungan detik, Putri Mahkota itu sudah berdiri manis di depan Suho dengan sedikit mengangkat untaian rok hanbok merah jambu miliknya.

“Yang Mulia, Raja akan marah padaku kalau anda keluar kamar apalagi dengan−.” Sebelum Suho menyelesaikan kalimatnya, Daekhyo sudah terlebih dahulu menggandeng tangannya dan menariknya untuk duduk di bawah pohon persimmon kesukaan Daekhyo.

“−tanpa memakai sepatu.” Suho menepuk kepalanya pelan sambil memikirkan segala kemungkinan apa yang akan terjadi jika Raja memutuskan untuk mengunjungi Paviliun anaknya saat ini.

Air muka Deokhye yang tenang benar-benar kontras dengan muka Suho yang kelihatan gelisah. Walaupun Ia sudah menjaga putri sejak ia kecil, tapi berada sedekat ini dengan Sang Putri merupakan yang pertama kali baginya. Ia sadar kalau gadis yang selama ini dijaganya telah tumbuh dengan cantik.

“Yang Mulia, bolehkan saya menanyakan suatu hal kepada anda ?”

“Ehm ?”

“Hal apa yang Yang Mulia perbuat kali ini sampai anda dihukum lagi oleh Yang Mulia Raja ?” Suho memandang Deokhye dengan antusias.

“Aku tidak dalam masa hukuman kali ini.”

“Lalu ?” Suho mengerutkan dahinya bingung atas perkataan Sang Putri.

“Bukan hukuman, tetapi sebuah persiapan.”

Deokhye melempar batu kearah kolam dengan asal sehingga membuat air kolam yang tenang menjadi sedikit beriak. Deokhye mengalihkan pandangan dan melihat dahi Suho yang berkerut bingung.

“Kau tak tahu ? dua minggu lagi aku akan menikah.”

Kerutan di dahi Suho menghilang dan di gantikan dengan tatapan terkejut. Pikirannya yang tadinya kosong menjadi dipenuhi oleh begitu banyak hal. Apa yang ia lakukan selama ini sehingga ia tak tahu kalau Putri Mahkota akan menikah. Tak ada yang memberitahunya tentang berita besar seperti ini. Bagaimana bisa ?

“Apa yang harus aku lakukan Suho ? Aku terlalu takut untuk membantah Raja.”

Ditengah keheningan mereka, Deokhye tiba-tiba tertawa getir. Ia benar-benar tak membayangkan akan menikah secepat ini. Umurnya baru 20 tahun dan ia mulai berpikir bahwa kebebasan− yang bahkan tak pernah ia dapatkan, akan semakin terenggut.

“Apa anda menyukai pernikahan ini ?”

Suho tak tahu apa yang harus ia katakan. Ia terlalu sibuk memikirkan dirinya yang selama ini merasa mengetahui semua hal tentang Sang Putri. Dan ternyata pemikirannnya selama ini salah.

“Aku benar-benar bodoh jika aku akan suka menikah dengan lelaki yang bahkan tidak aku cintai.”

Tanpa sadar, bulir-bulir asin mengalir di pipi Deokhye. Ia menangis. Tangisan pertama sejak 4 tahun terakhir. Menjadi seorang putri mahkota membuatnya harus berusaha sekuat mungkin menahan tangis. Yang ia ingat, tangisan terakhirnya adalah pada hari Yang Mulia Ratu −ibunya, meninggalkannya untuk selamanya.

Suho menutup rapat mulutnya, sekedar membiarkan Sang Putri untuk menangis dalam keheningan. “Anda ingin meminjam pundak saya ?” Hanya hal inilah yang bisa Suho tawarkan kepada Deokhye untuk sekarang.

Deokhye sadar, Ia hanya bisa menjadi gadis cerewet saat ada di dekat Suho. Ia tak pernah membicarakan tentang keterpaksaannya menerima pernikahan ini kepada siapapun, bahkan untuk Pelayan Kim. Ia tahu benar, ia hanya merasa nyaman ketika berada dekat dengan Sang Guardian.

“Boleh saya tawarkan sebuah saran ? Sepertinya anda harus mencoba membicarakannya dengan Yang Mulia Raja jika memang anda tidak suka.” Suho memang bukan pemberi saran yang baik. Tapi ia rasa berbicara dengan Raja merupakan solusi paling tepat untul saat ini.

“Bisakah ?”

“Mungkin.”

Deokhye berjalan tergesa-gesa ke arah kediaman ayahnya. Ia merasa perlu menuruti perkataan Suho tempo hari. Mungkin saja ayahnya masih berbaik hati membatalkan pernikahan itu, jika ia memintanya dengan baik-baik.

 “Apa yang ingin kau bicarakan, Putri Mahkota ?” Sang Raja masih sibuk berkutat dengan dokumen-dokumen kerajaan. Ia terus menerus membuka satu persatu setumpuk dokumen coklat tua yang berjajar rapi di mejanya.

“Saya, saya ingin meminta suatu hal.” Ia merasakan tangannya berubah dingin.

 “Saya ingin anda membatalkan pernikahan saya, saya mohon.” Deokhye berbicara tanpa melihat ayahnya. Ia hanya terlalu takut melihat reaksi ayahnya.

Sontak Sang Raja yang sedari tadi sibuk dengan dokumennya menatap putri satu-satunya itu lakat. “Kalau hanya itu permintaanmu, itu tidak mungkin.” Raja kembali tenggelam dalam kegiatannya yang sempat terputus karena permintaan konyol anak perempuannya itu.

“Kau boleh keluar sekarang.”

“Saya mohon, Yang Mulia Raja. Saya tidak mencintai calon suami saya.”

Deokhye tetap bersikeras. Tetapi hanya keheningan yang ia dapatkan dari alasan klasiknya itu. Air muka Deokhye mengeras. Apakah sesusah itu untuk sedikit memperhatikan anaknya sendiri?

“Ayah, aku memohon sebagai anak perempuan mu. Bukan sebagai Putri Mahkota. Aku tidak mencintainya Ayah !” Tangan Deokhye mengepal sempurna dan giginya bergemeletuk kasar. Baru kali ini ia bisa merasa segeram ini pada ayahnya. Emosinya mulai naik melihat perlakuan Raja kepadanya.

“Sejak kapan kau lebih mencintai politik daripada aku ?”

Deokhye mengeluarkan kalimat dengan asal. Ia sudah tidak bisa menyaring kata-kata yang keluar dari mulutnya karena amarah.

Mata Sang Raja menatap Deokhye sesaat lalu Ia memerintahkan pelayan Kim untuk membawa Deokhye keluar dari kediamannya.  “Pernikahanmu dipercepat menjadi lusa. Sampai saat itu, kau tak boleh keluar dari paviliunmu. Ini demi kebaikanmu, Putri Mahkota.”

Bulir airmata berjatuhan dari mata Deokhye dan kali ini lebih deras. Ia benar-benar merasa kalau keputusannya berbicara dengan Raja salah, sangat salah. Ia hanya bisa diam saat beberapa pelayan kerajaan mencoba membawanya keluar dari kediaman Raja.

“Ayah !”

Deokhye berjalan tergesa sambil berusaha menghentikan tangisnya. Pelayan-pelayan kerajaan yang mengikutinya sampai kewalahan untuk mengikuti langkah Sang Putri. Deokhye merasa marah sekaligus menyesal. Selama hidupnya, ia tak pernah berkonflik dengan ayahnya sampai separah ini, sehingga ia harus mengeluarkan kata-kata yang agak kasar pada ayahnya.

Deokhye menghentikan langkahnya sebentar dan memerintahkan para pelayan untuk tidak mengikutinya. Ia hanya ingin kembali ke paviliunnya sendirian. Ini juga merupakan salah satu hal yang membuatnya tidak suka menjadi seorang Putri Mahkota. Ia merasa sudah sudah cukup besar untuk bisa pulang ke paviliunnya sendiri.

Suho hampir selesai mengelap pedang kesayangannya saat ia melihat Sang Putri berjalan gontai. Langkah Sang Putri benar-benar menunjukan perasaannya. Dan Suho tahu Sang Putri sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

“Yang Mulia.”

Ia mencegat Sang Putri untuk sekedar ingin mengetahui apa yang terjadi. Deokhye mendongak dan memperlihatkan matanya yang sembab serta wajahnya yang kusut. Suho yang melihat hal itu berubah panik.

“Anda baik-baik saja Yang Mulia ?”

Deokhye yang baru mengetahui kalau lelaki di depannya adalah Suho, langsung memeluk lelaki itu dan menangis keras.

“Suho, aku harus menikah lusa.”

Dan kali ini Suho sadar kalau ia memang bukan pemberi saran yang baik.

Suho berdiri di depan jendela Sang Putri. Sudah dua hari Deokye tak keluar paviliun. Ia bahkan menolak membukakan pintu untuk para pelayan yang mengantar makan pagi, termasuk pelayan Kim. Pikiran Suho kosong. Ia tahu, sebentar lagi Putrinya akan menikah dan tak akan ada lagi senyuman Sang Putri Untuknya. Telinganya mendengar suara tangisan lirih Sang Putri dari balik daun jendela yang tertutup. Ia benar-benar harus melakukan sesuatu.

Suara gong kerajaan berdentum-dentum di telinga Deokhye. Baru kali ini rasa bencinya begitu memuncak, rasa benci terhadap takdirnya sebagai seorang Putri Mahkota.

Ia tengah terkulai lemas saat samar-samar ia mendengar derap kuda yang semakin mendekat. Ketukan kasar tiba-tiba terdengar dari jendelanya. Ia ragu, tapi kata hatinya memaksanya untuk membuka daun jendela kayunya.

Dia Suho. Dengan seragam pengawal biru tuanya yang berkilau terkena semburat matahari sore. Duduk tenang di atas kuda putih kesayangan Sang Putri. Suho mengulurkan tangannya pada Deokhye.

“Kalau anda berkenan, ikutlah dengan saya, Yang Mulia.”

Sang Putri hanya terdiam kaku. Ia ragu, sangat ragu. Ia ingin meraih tangan Suho, tetapi otaknya terus memikirkan kemungkinan terburuk.

“Tapi-”

Sang Putri menggantungkan kalimatnya sekedar berusaha mengakhiri konflik batinnya.

Suho tersenyum tenang, seolah meminta Sang Putri untuk percaya padanya. “Saya bukan hanya ditugaskan untuk menjaga tubuh anda, tetapi juga hati anda, Yang Mulia.”

Deokhye sadar akan keputusannya. Ia berbalik dan merogoh kasar isi lacinya. Setelah menemukan benda yang dicarinya, Deokhye menatap Suho lagi dan tersenyum. Ia menggerakkan pisau yang baru saja diambilnya dan menghela napas panjang.

Sisa potongan rambut Deokhye tersebar berantakan. Ia mengiris habis rambut kebanggaanya sampai setinggi tengkuk dan berlari melompat ke arah Suho melewati jendela. Ia tak butuh mahkotanya untuk bebas. Ia tak akan menunggu sampai Sang Raja memperbolehkannya keluar.

Kuda putih itu melaju menembus para penjaga gerbang diiringi teriakan yang menggema di seluruh Kerajaan. Deokhye tak mau tahu, ia menguatkan pelukannya di pinggang Suho. Ia hanya ingin Suho membawanya sejauh mungkin. Inilah alasan mengapa Deokhye begitu bersikeras menolak pernikahannya. Ia begitu mencintai lelaki yang sekarang dipeluknya erat, guardiannya. Ia tak butuh apapun kecuali selau ada di dekat Suho.

Mereka membelah udara dingin sore. Suho tak tahu kemana ia akan membawa Putri pergi. Namun, pelukan tangan mungil Sang Putri mampu menghilangkan semua kegelisahannya. Ditengah kerasnya derap kuda, Suho berbisik pelan.

“Mencintaimu merupakan dosa terbesar dalam hidupku, Yang Mulia.”.

-End

Note :

Oh My ! aku rasa ini fic terpanjang yang pernah aku buat. Fic ini sebenernya pernah aku ikutin ff contest punya exofanfiction dan aku nggak tau kenapa ff ini bisa masuk 10 besar, pas di urutan ke 10. Makasih banget buat admin yang udah nilai ff ini 😀 so soory kalau akhirnya gantung atau kesannya ceritanya maksa, soalnya emang ga boleh lebih dari 2000 kata dan itu bikin aku collapse setengah mati ngeditnya XD

Just bear with this absurd story . thanks for reading or commenting-maybe 🙂

Advertisements

12 thoughts on “[FF] The Princess’s Crown

  1. uwooo.. Aku dulu udah pernah baca ini oen.. Hehe 😀 tapi pengen baca lagi aja.
    Mau komen apa yaa.. Bingung ini. Bagus BANGET soalnya.. Huhuhu, gak tau mau ngomong apa lagi. Pokoknya cerita ini itu… Keren terus feelnya dapet. Haha, got it! 😀

    1. ini ff bikinnya ngebut pool dan menurutku jadinya malah kaya sinetron, iya ga sih ? haha~
      yang aku ga ngerti sampe sekarang kenapa ni ff bisa masuk 10 besar ._.
      potaruu, makasih udah baca 😀
      .

  2. Aku udah pernah baca ini di exoff. Ini fanfict yang kemaren itu masuk top 10 kan?
    Sebenarnya kemaren itu udah baca, tapi aku tergoda buat baca ulang…

    Sihiii, enak ya naik kuda sama Suho. Aku juga mau dibawa lari kalau sama Suho /apadeh/
    Aku ga suka dikurung di rumah (biasanya sering disuruh jaga adek2 dirumah, heuu~) tapi kalau ada Suho yang nemenin sih gaapa X) *yaampunkokjadicurcolya

    Ini keren author, KEREN BANGET. Oke kayaknya aku udah bilang ‘keren’ waktu komen kemaren itu, tapi memang kata ‘keren’ itu ngelintas mulu di kepala aku waktu ngebaca ini. Aku nganggep ini happy ending, karena si Deokhye ga lagi dikekang sama rajanya, gajadi dikawinin, terus bisa sama2 Suho pada akhirnya…

    Sekali lagi ya author, aku ulang buat penegasan: Fanfict ini KEREN!

    Ohya, katanya kemaren ini terinspirasi dari dongeng, ya? Dongeng apa ya, aku gabisa nebak, kemaren aku malah nebaknya Mulan, ngaco ih -__-

    ((oh, kayaknya komentar aku kepanjangan, mana ngaco lagi. mianhae authorniim, aku emang bawel banget, aku nyadar -_-v))

    1. haloo haloo~
      hahaha iya aku juga gak ngerti nih sama admin yang nilai kok bisa fanfic sinetron gini masuk top 10 ckckck
      tergoda ? ya ampuun, fanfic ku nggak semenggoda itu loh /abaikan/
      AKU JUGA MAU KALO DIBAWA KABUR SUHO ! bang, di bawa kemana aja aku bakal nurut kok :’) kita samaan ! aku paling ga suka kalo udah diem di satu ruangan, bawaannya pingin kabur mulu hahaha di suruh jaga adek ? gak papa itung-itung bantu mama XD

      iya aku inget banget sama komen kamu yang nebak-nebak itu dari dongeng apa 🙂 eeem, kasi tau nggak ya kasi tau nggak yaa ? /oke,becanda/ itu dari dongeng rapunzel (dan sebenernya ini nggak nyambung banget, aku tambah ngaco kan)

      gak papaa, aku suka komen yang panjang kayak ginii XD
      thanks for reading and commenting 😀

      1. Sinetron di indo mah ceritanya suka maksa, mana ngaco gitu lagi~ jauh lebih bagus fanfict kamu dong kak~

        Wahahahaaa komen saya diingat KOMENTAR SAYA DIINGAT /bangga/
        Aaah, jadi ini terinspirasi dari rapunzel? Ga ngaco kok, ga ngaco…
        Tapi aku ngerasa komen aku annoying ._.

        Yep, sama2 kak Asa~

  3. kyaa keren kaakkk.. suka banget sama junmen disini. gentle menenangkan aihh~
    aku suka banget sama scene deokhye motong rambutnya. kesan berontaknya itu keluar. kenapa raja jahat sekali? kenapa raja? kamu bisa selaw sedikit gaksih, yangmulia?
    ohiya, dan ini ada pertanyaan yang mengganggu aku dari tadi: fic ini seluruhnya fiksi atau emang nyata? dan tau gak kak, gatau ya? sini makanya aku kasih tau.. /ditabokkakasa/ waktu baca scene terakhir aku jadi kebayang lagunya taylor swift yang love story masaa TvT lagu lama yang manis.
    rusuhanku segini dulu ya kak, bbyong

  4. KAK ASA~~~
    aku kembali kak~~~

    Suho? ah! kau keren sekali Suho membawa putri mahkita kabur.
    dengan muka angelic yang tampan nan rupawan dirimu mampu menghunuskan pedang cinta ke hatiku yang kosong ini #hayah!

    IH! BENCI BANGET SAMA RAJANYA MASA! Kejam nian sang Raja… kalo jadi anaknya mungkin saya sudah tak kuat dan memilih nyamar jadi cowok, kabur deh dari istana 😀

    Aku mau dong dibonceng (?) Suho naik kuda~~~

    Jie…. FFnya kak Asa masuk 10 besarjie….. Selamat ya, Kak 😀 #telat woy!

    iya sih lumayan gantung tapi ini artinya….
    .
    .
    .
    .
    SEKUEL!!! YEAAAY!!!! #rusuh

    Kak, aku kangen sama apdetannya kak asa loh~ akhir akhir ini aku krisis FF kak, semua author favorit aku pada hiatus, aku sendirian dan kesepian di dunia ini #nangis meraung raung dipojokan dalam dekapan Kris #abis itu diwushu Tao #malah mewek dibahu Sehun #doh, mulai random

    Ya, segitu dulu deh kak cuap cuap gak penting saya, semoga ini gak rusuh ya 😀 ?

    1. L I N T A N G ! maap yaaduh aku baru bales komen kamu sekarang :” selamat kembali lintang (ini aku masih heran kenapa kamu mau kembali) okesekip, iya tuh mari hajar suho kenapa malah bawa kabur putri padahal dia udah janji mau bawa kabur hatiku (lari ke pelukan dio) ahahaha nyamar jadi cowo pun pasti ketauan lah lintang :” kaya luhan itu meskipun dia nyamar jadi cowo tetep aja ketauan kalo dia cewek (digampar habis-habisan sama luhan) bhahaha aku udah ga kuat kalo bikin sekuel yang ini tang, ini cerita drama abis dan kadang aku juga suka geli sendiri bacanya, ini aku nulis apaan ya tuhan ampuni aku

      iya nih tang aku masih terinfeksi virus webe dan itu ga enak banget, pingin nulis tapi selalu ga selese :” aku ga tau tuh di draft laptop banyak banget fic yang terbengkalai belom selesai :” #tarik sehun dari lintang #peluk #di gampar luhan

      makasih ya lintang udah komen padahal ini fic jaman kapan banget kan hahaha nggak kok kamu nggak rusuh #ambil tongkat wushu tao

    2. tidak apa apa kak Asa #mendadak formal
      Amber juga ketahuan walaw pake hanbok pink semegah gunung, ttep ketauan kalo dia itu cowok #digulat Amber

      jangan tarik Sehunku~~~ #nangis meluk meluk Kyungsoo #Kai datang bawa tusuk sate

      ahaha… sama sama Kak Asa~~~

  5. wah ternyata fic ini buatan kak asa,,!
    aku udah baca di exoff waktu itu dan pantes nama sleepingpanda samar2 familiar buat aku krena pasti berusaha ingat nama author yang bkin fic impresive menurut aku..
    dan ini ficnya sesuatu bnget aku hanyut dan merasa jadi deokhye dan brasa mau nangis karna rajanya T^T
    Suho emang guardian bnget di fic ini hampir aku jatuh hati tapi sebelum jatuh udah ditahan sma Chanyeol >,<
    tapi di fic ini aku gak bisa ngehindarin pesona Suho beneran deh *0*
    semoga chanyeol juga bisa bawa kuda dengan aura ksatria seperti joonmyun /abaikan/
    love this fic!

    1. ah…… hehe iya ini udah modal nekat aja ngirim buat fanfic kontes, nggaaak chanyeol mah cocok nya naek kuda-kudaan ketimbang kuda beneran kasian kudanya dinaikin sama bocah setengah hiperaktif kaya chanyeol hehehehe makasih udah baca 😀

  6. Aduh ini bagus. Aku suka cerita kerajaan kerajaan gini. Tp ku ngebayangin’a ini setingan di kerajaan kerajaan eropa gitu kaya di film film animasi disney.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s