[FF] Rainy Morning And The Smell Of Coffee

by:SleepingPanda | Brothership | Drabble | Do Kyungsoo | Huang Zitao |  |

coverrainy

-Hujan di pagi hari, tak selalu buruk jika di temani secangkir kopi hangat dan orang-orang terdekatmu-

Rainy Morning
And The Smell Of Coffee-

 

Kyungsoo mengerang pelan setelah ia sadar dari mimpi− yang ia rasa tidak terlalu menyenangkan. Ia menatap lekat jam dinding berwarna magenta yang terpasang agak miring di dekat pintu kamarnya. Pukul sembilan pagi. Tak biasanya seorang Do Kyungsoo bangun sesiang ini dan mendapati tempat tidurnya masih berantakan.

Hujan turun agak deras pagi itu dan membuat Kyungsoo enggan beralih dari tempat tidurnya yang hangat. Kepalanya masih sedikit pening akibat demam yang menyerangnya tadi malam. Ia memijat pelipisnya sebentar lalu mendesah pelan. Sepertinya demam nya semalam menguras seluruh tenaga yang ia punya.

Pandangannya menyapu seluruh kamar yang di dominasi warna putih gading itu dengan agak malas lalu menyadari jika Jongin− teman sekamarnya, sudah tidak berada di tempat tidurnya lagi. Kenyataan bahwa ia bangun lebih lambat dari Jongin membuatnya terkekeh pelan.

Aroma harum kopi dan roti panggang menyeruak di seluruh ruangan ketika Kyungsoo membuka pintu kamarnya. Kopi dan roti panggang ?  Dengan cepat ia berjalan kearah dapur dan keningnya berkerut saat ia mendapati teman-teman nya tengah membuat dapur dorm mereka menjadi tidak karuan.

Hyung ? Kau sudah bangun ?” Jongin yang sadar akan keberadaan Kyungsoo tersenyum lebar. “Maaf, tidak membangunkanmu.”

Joonmyun menyentuh pelan pundak Kyungsoo lalu menaruh beberapa piring roti panggang di atas meja makan− dan satu mangkuk bubur hangat untuk Kyungsoo. “Duduklah dengan tenang dan sebentar lagi kau bisa makan sarapanmu.”

“Bagaimana demam mu, hyung ?” Sehun mengelap tangannya yang kotor pada celananya lalu sedikit meraba kening Kyungsoo dan kelihatan lega saat ia merasakan panas di tubuh hyung nya itu telah berkurang.

“Oh Sehun, jangan ganggu hyung mu.” Chanyeol dan Baekhyun berkata hampir bersamaan sambil masih terus berkutat dengan daging  bacon yang hampir gosong dan diikuti dengan dengusan pelan Sehun.

Dengan senyum terkembang di bibir, Kyungsoo menopang dagu dengan tangan dan melihat punggung teman-temannya. Pagi di awal musim dingin merupakan salah satu pagi terhangat dalam hidupnya. Pagi di mana ia bisa dengan puas mencium wangi roti panggang dengan sirup maple. Pagi di mana dorm nya ramai dengan suara tawa dan sedikit gerutuan− yang tak sedikit pun mengganggunya. Dan ia harap ia tak akan pernah kehilangan pagi seperti ini, sampai kapanpun.

Zitao sedikit tersenyum kepada pelayan yang baru saja mengantarkan beberapa pesanannya− roti coklat yang baru keluar dari panggangan dan secangkir kopi hangat. Hujan turun agak lebat dan sepertinya meringkuk di sudut kafe bandara merupakan pilihan yang tepat. Zitao melirik jam di pergelangan tangannya. Pukul 7.45 dan ia masih punya waktu sekitar dua puluh lima menit sebelum penerbangannya ke Beijing.

Suasana di Liuting Airport, Qingdao masih sedikit sepi. Zitao menghirup dalam aroma kopi dan sedikit menyesal karena menolak tawaran ibunya untuk sarapan terlebih dahulu. Walaupun masih beberapa jam ia meninggalkan rumah, ia sudah merindukannya. Sepertinya tiga hari masa libur yang diberikan agensi nya terasa belum cukup.

Zitao sedikit menyesap kopi pesanannya saat ponselnya bergetar. Sebuah panggilan masuk dan menampilkan nama duizzhang di layarnya.

“Ada apa, Kris ge ?”

“Kau di mana Zitao ?”

“Masih meringkuk di kafe bandara. Weisheme ?”

“Cepatlah kembali, aku sudah tidak tahan dengan keluhan para member. Mereka terus menanyakanmu.”

“Mereka merindukanmu.”

Nada suara Kris tampak khawatir dan Zitao sedikit tersenyum ketika samar-samar ia mendengar suara ribut dari seberang telepon. Ia berani bertaruh kalau suara yang paling keras terdengar adalah suara Xiumin. Ia kembali melirik jam di tangannya lalu sedikit menggigit roti coklat pesanannya.

“Penerbanganku sebentar lagi, Kris ge. Suruh mereka untuk bersabar sebentar.” Ia terkekeh pelan.

“Cepatlah naik pesawat dan berhati-hatilah.”

Lelaki berdarah cina itu mengangguk sebelum ia mematikan sambungan teleponnya dan sedikit menggerutu. Ia merasa pada saat-saat tertentu, leader nya itu bisa berubah menjadi orang paling cerewet. Ia meminum sisa kopinya, meraih tas dark blue miliknya dan berjalan keluar meninggalkan kafe tersebut. Sedikit tak rela sebenarnya meninggalkan kafe mungil yang hangat dengan aroma manis roti yang menguar. Namun ia harus segera beranjak meninggalkan kota kelahirannya itu.

Bibirnya kembali membentuk senyum. Hujan, segelas kopi plus roti coklat dan sambungan telepon hangat dari para gege nya menemani pagi seorang Huang Zitao hari itu.

-End

Note:
My two hour drabble! It just the work which I wrote in my late-boring-night. Ooh, I really miss EXO. I own the story but I don’t own the cast (even though I want it). There’s two part : Kyungsoo’s part and Zitao’s part ^^

Advertisements

4 Comments

    1. awawaw Megan ! aku juga waktu nulis lagi ngidam banget sama roti coklat panas gitu, pas ujan-ujan lagi /ah, ngiler kan jadinya/ Tao, bagi roti gak !?
      makasih udah baca dan komen Megaaan 😀

  1. tadi lagi kepengen baca fic EXO, tapi ga ketemu fanfic yang ‘pas’. terus keinget sama blog kak Asa. jadinya aku mampir kesini, berharap ada fanfic baru, tapi gaada TT terus aku ingat kalau aku belum habis baca fanfic di blog kak Asa, baru deh aku baca ini. ga nyesel udah baca ini 😉 simple but sweet. love this ♥ suasananya hangat banget, aku suka aku sukaaa

    tadi ada momen baekyeol kecil-kecilan di bagiannya Kyungsoo XD Chan sama Baek rebutan bacon. pasti lucu kan aaaaa~

    tapi kenapa makanannya harus roti bakar sih kaak, aku kan lagi gaada roti di rumah dan sekarang mendadak kepengen roti bakar ;_; aaaa gara gara kak Asa nih~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s