[FF] Till The End Of The Way

bySleepingPanda| Brothership | One Shoot | INFINITE | 

―Till The End of The Way

Infinite Gif

Lelaki itu masih duduk di tepian pantai. Ia memeluk lututnya sambil menikmati suara deburan ombak dan suara burung camar yang berkoar, berebutan mencari santapan sore mereka.

Hangatnya pasir pantai sore itu serasa menggelitik tubuhnya. Sesekali ia membiarkan air menyentuh jari-jari kakinya. Pandangan matanya sayu. Sudah lama ia tak menikmati saat-saat seperti ini. Rutinitas barunya memaksanya untuk  terus berkutat dengan laptop kesayangannya. Seulas senyum kecil terbentuk di bibirnya, berusaha untuk sebisa mungkin menikmati waktu yang ia punya. Ia tak harus takut kalau orang akan mengira ia gila kerena tersenyum-senyum sendiri. Sepertinya tak banyak orang yang ingin menghabiskan sore hari mereka di pantai, kecuali lelaki ini tentunya.

“Sungyeol-ah.” Suara berat seseorang membuat lelaki itu segera sadar dari lamunannya dan menoleh kebelakang. Lelaki itu tahu persis siapa pemilik suara khas itu sehingga ia tak perlu kaget. Itu adalah suara yang dimiliki oleh salah seorang sahabat dekatnya.

“Duduklah, Myungsoo-ya.” Lelaki bernama Sungyeol itu menepuk-nepuk lembut pasir pantai, menyuruh sahabatnya yang baru datang itu untuk duduk di sebelahnya dan berbagi pemandangan indah itu dengannya.

Myungsoo merebahkan dirinya di sebelah Sungyeol dan memosisikan dirinya senyaman mungkin. Kedua lelaki itu tenggelam dalam pikiran masing-masing dan membiarkan keheningan untuk sejenak masuk. Ini pasti menjadi pemandangan yang aneh kalau ada orang lain yang tak sengaja melihat.

“Mana yang lain ? Seingatku aku memberitahu untuk berkumpul jam 3 tepat.”

Myungsoo sedikit terkekeh dengan pernyataan polos lelaki di sebelahnya.”Hei, choding, sudah berapa lama kau tinggal satu atap dengan mereka dan kau masih belum tahu kebiasaan manusia-manusia itu ?”

Sungyeol tahu Myungsoo benar. Teman-temannya selalu seperti itu jika bukan menyangkut soal pekerjaan. Apalagi sang leader, kalau ia bukan yang tertua di antara mereka, mungkin Sungyeol akan menjitak kepala hyung nya itu saat ia datang nanti.

Tawa myungsoo semakin keras dan membuat garis lengkung yang terbentuk di matanya terlihat semakin kentara karena muka cemberut lelaki di sebelahnya.

“Orang-orang itu sungguh tidak tahu perasaanku. Termasuk kau.” Sungyeol sedikit bergumam dan gumamannya segera menguap digantikan gelak tawa myungsoo yang semakin menjadi-jadi. Dalam hitungan detik, Sungyeol yang tadinya cemberut jadi ikut tertawa melihat myungsoo. Sudah lama ia tak tertawa bersama sahabatnya ini. Ia sungguh merindukan saat-saat seperti ini.

***

Yedeura !” Seseorang bermata –sangat− sipit berteriak dari kejauhan. Di belakangya terlihat beberapa orang lelaki yang mengekor. Sontak kedua namja yang tengah melakukan pertengkaran kecil itu menoleh menuju sumber suara. Keduanya agak menyipitkan mata, berusaha untuk melihat dengan jelas di tengah terpaan matahari sore yang cukup menyilaukan.

Hyungdeul ! Sungjong-ah !” Sungyeol setengah berteriak. Melihat siapa yang datang, membuatnya tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan sedikit gusi atasnya. Senyum khas Lee Sungyeol. Orang-orang yang telah membuatnya menunggu selama beberapa jam itu akhirnya datang. Lengkap tanpa ada satupun yang kurang. Para sahabat, ah bukan, keenam saudara yang sangat ia rindukan kini tepat berada di depannya. Di bibirnya terulas senyum. Senyum kelegaan.

 “Hentikan, hyung.” Myungsoo yang sedari tadi diam memukul pelan pundak Dongwoo – salah satu dari mereka− yang tak henti-hentinya melambaikan tangan dengan antusias. Pria bernama lengkap Jang Dongwoo itu meringis kesakitan dan diikuti gelak tawa dari enam orang lainnya. Sore itu, di pantai yang tadinya hanya terdengar bunyi deburan ombak , menjadi sedikit riuh oleh suara tawa.

***

Ketujuh lelaki itu merebahkan diri mereka di atas pasir pantai, setelah puas dengan keriuhan yang mereka ciptakan.

Aah, aku rindu saat seperti ini.” Perkataan Kim Sunggyu –orang yang mereka panggil leader−  membuat semua kepala menoleh kearahnya. Mata sipitnya menerawang jauh kearah laut yang airnya mulai memerah terkena terpaan matahari senja. Sepertinya semua setuju dengan perkataan sang leader.

“Aku jadi ingin kembali menari.” Gumaman Lee Howon membuat Dongwoo sukses mendaratkan pukulan kecil ke kepalanya.

“Aku tahu kau adalah seorang dancing machine, tapi tubuhmu yang sekarang sudah tak cocok melakukannya, ara ?” Nam Woohyun melanjutkan dengan sedikit nada sarkastik di sana. Howon hanya bisa mengusap kepalanya dan berdecak kesal, membuat geli yang lainnya.

“Apakah kalian menikmati kehidupan baru kalian ?” Sungyeol tiba-tiba membuka suara, mencoba mengalihkan pembicaraan. Howon dan Woohyun yang masih beradu mulut, kini diam begitu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu. Mereka berpikir sejenak, jawaban apa yang pantas untuk mereka keluarkan.

“Apakah kalian tak ingin kita seperti dulu ?” Sungyeol melanjutkan kata-katanya yang sempat terputus oleh keheningan. Air mata sudah menggenangi pelupuk mata lelaki itu sekarang. Ia sekuat tenaga menahan agar butiran air matanya tak jatuh.

“Kita bahagia, Sungyeol-ah. “ Ucap Dongwoo cepat dengan senyum terkembang di bibirnya.

“Walaupun kita sudah tak lagi bernyanyi ataupun menari, tapi tak ada yang akan berubah di antara kita.” Mendengar ucapan Sunggyu, airmata yang selama ini ditahannya oleh Sungyeol menetes satu demi satu. Walaupun sering membuatnya kesal, pria berumur 30 an itu selalu bisa menjadi seseorang yang bijaksana. Seseorang yang bisa ia kagumi.

Sungjong menepuk-nepuk hangat pundak hyung nya itu. Ia selalu tak tega kalau melihat salah satu di antara mereka menangis.

“Pergilah, Sungyeol-ah. Jangan khawatirkan kami.” Myungsoo menyela di tengah isakan Sungyeol. Ia menatap lekat mata sahabatnya itu. Mencoba meyakinkannya kalau mereka akan baik-baik saja.

Setelah menemukan keyakinan dimata para sahabatnya itu, Sungyeol mengangguk lemah. Sepertinya ia bisa pergi dengan tenang sekarang. Ia mengusap mukanya, membersihkan sisa-sisa air mata yang membasahi kulit putihnya. Sunggyu mengusap sedikit kepala Sungyeol, membuat rambut hitamnya sedikit berantakan. “Dasar, Uri choding.”

***

Lee Sungyeol’s Side

Matahari  mulai terbenam dan meninggalkan warna merah keunguan di langit. Pantulan bintang yang mulai sedikit menyala-menyala sedikit terlihat di antara air laut yang menggenang . Kami duduk dalam diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kenangan-kenangan yang aku buat bersama mereka, satu persatu berputar di otakku. Masih jelas terdengar di telingaku, suara ribut mereka saat anak anjing yang dulu pernah kami pelihara membuat dorm kami berantakan, suara napas yang memburu setelah menyelesaikan perform kami, dan suara riuh fans saat kami memenangkan penghargaan. Sepertinya masih kemarin, aku terbangun dari tidurku dan mendapati mereka tersenyum sambil mengatakan selamat pagi kepadaku. Mungkin aku akan merindukannya untuk waktu yang lama.

Hyung, kalau aku kembali, aku akan pergi ke rumahmu dan melihat anak-anakmu yang sudah tumbuh besar dan kau yang sudah menua. Begitu juga dengan yang lainnya.” Sunggyu hyung menoleh ke arahku sambil tertawa.

“Dan saat itu aku akan mengatakan kepada anak-anakku kalau paman mereka adalah menjadi penulis yang hebat di London.”

***

Matahari kini sudah hilang sepenuhnya dan membiarkan angin dingin berhembus membelai kulitku. Aku tertawa kecil mendengar perkataan Sunggyu hyung.

Aku rasa semua dari kami telah menemukan jalannya masing-masing. Namun aku tahu, tak akan ada yang berubah diantara kami. Aku percaya pada mereka. Sampai kapanpun, kita akan tetap seperti ini. Menyayangi dengan cara kami sendiri, dengan cara yang sederhana. Sampai nanti, semua diantara kami menghembuskan napas terakhirnya.

FIN

―Note :

It’s been almost a year since I wrote this fic and I end up publish this fic in my brand new blog 😀 It’s not about EXO, but my another love INFINITE. I’ve watched their comeback song and my crazy-fangirl-side suddenly woke up kekeke~ About to laugh when I re-read this fic hahaha~ Very first post and sorry for some mistake,―I’m a human too

creditpic: here

Advertisements

4 thoughts on “[FF] Till The End Of The Way

  1. INFINITE re-band?
    Ah, mereka harusnya mereka nari dan nyanyi terus sampe umur 30 lebih, hehe. Shinhwa aja bisa, Infinite juga bisa.
    Kalo diitung-itung Sunggyu umur 30 an tuh bentaran lagi, hoho Aku gak mau Infinite bubar dulu, DBSK sampe 10 tahun loh, Infinite masih mudaaaaa banget >,<
    Gak bisa bayangin Dongwoo masih aja se-nice itu meski udah tua, dan Hoya, dia pasti jadi gendut banget yah haha, pas banget, dan Sungjong, dia istrinya kayak gimana yah -_- gak bisa bayangin, apalagi Sunggyu, lebih cerewet siapa, istrinya ato sunggyu? hehe
    Aaah kalo SUnggyu punya anak, dna kandung berarti gak sama Woohyun dong #eh
    Myungsoo juga gak sama Sungjong dong, hoho,
    Jadi Sungyeol itu jadi penulis, aah so sweet banget kalo mereka akhirnya reunian kayak gini, lucu gitu 😀
    Ini nice banget, terharu 🙂

    1. ya Tuhan Megan, aku syok banget begitu tau kamu komen di fanfic ini
      ini fanfic udah lama bangeeet waktu aku masih baru-barunya nulis, bahasanya masih acak adut >.< ga tau banget dulu aku mikir apa sampe bisa bikin ini fanfic
      aku aja pengen ketawa terus kalo baca-bacain fanfic ini lagi hahaha~
      makasih banget udah mau baca dan komen fanfic ini 😀 #sumpah malu to the max

  2. post-disbandment ya? O.o
    jadi disini umur INFINITE udah tiga puluhan? eh, mereka udah pada nikah? udah punya anak? berarti mereka ga yaoi dong disini #dor. Sungjong juga udah nikah nih? hadoooh cantikan mana ya, istrinya atau dia? terus Myungsoo ga jadi suaminya Sungyeol dong disini? Yaaduhh maaf maaf, mindset saya memang yaoi yaoi dan yaoi–tapi kalau disuruh nulis yaoi ga bisa -_-

    eh aku suka GIF diatas itu. saking sukanya aku malah dadah-dadah sendiri ke layar laptop. niatnya mau lambai-lambai ke INFINITE tapi malah dikira orang sarap ;_;

    ohiya, kalau dipikir pikir, sekarang aku udah baca semua fanfic di sini lho /yaterus. dan aku ngerasa bangga. kenapa bangga? gak tau kenapa lol. dan ini pujian ya kak, jangan dianggap hinaan, komen aku memang aneh sih -_-

    kak jangan bosen ya sama komen gaje aku, soalnya aku ga bosen bosen baca fanfic kak Asa dan barangkali bakal ngerusuh lagi di fanfic-fanfic kak Asa ke depannya dengan komen komen aneh aku itu. soalnya aku ga bisa ga komen di fanfic yang aku suka ><

    1. bil… kenapa kamu baca ini bil ? aduh ff ini itu udah lama banget aku tulisnya, bahasanya acak adut banget dan ceritanya bikin ketawa, aku sendiri aja ketawa kalo baca ulang, kenapa aku bisa bikin ff kaya gini ? kenapa ?
      iya ini ga yaoi kok bil, brothership hehe
      ga bil, yang udah nikah cuma sunggyu doang, aku ga terima kalo myungie sama yeoli nikah (sama cewek maksudnya), aku ga terima ! tapi kalo mereka berdua mau jadi suami istri sih silahkan yaaa XD

      ada orang sarap dada dada sendiri ke laptop /kabur/

      beneran bil ? beneran ? kamu muntah-muntah ga habis itu, kalo muntah jangan di terusin ya bil, bahaya ntar /apa ini/ ya gak akan bosen lah bil, komen kamu itu berasa oase di tengah padang pasir, aku juga suka kok komen rusuh, aku juga sukanya rusuh di comment box orang hahaha

      makasih udah baca dan komen bilaah :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s